Berita
Ma’ruf Amin: Pandemi Covid-19 Buat Target 1 Juta Rumah 2020 Tak Bisa Tercapai
AKTUALITAS.ID – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan pandemi covid-19 membuat target program 1 juta rumah pada tahun tidak bisa tercapai. Pasalnya, per 16 November lalu, realisasinya baru mencapai 667.554 unit. Angka ini masih jauh dari target yang ditetapkan sebanyak 1 juta unit dan target konservatif 900 ribu unit hingga akhir tahun. “Khusus untuk tahun ini, […]
AKTUALITAS.ID – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan pandemi covid-19 membuat target program 1 juta rumah pada tahun tidak bisa tercapai. Pasalnya, per 16 November lalu, realisasinya baru mencapai 667.554 unit.
Angka ini masih jauh dari target yang ditetapkan sebanyak 1 juta unit dan target konservatif 900 ribu unit hingga akhir tahun.
“Khusus untuk tahun ini, dikarenakan pandemi covid-19, realisasi program satu juta rumah per 16 November 2020 baru mencapai 667.554 unit,” kata Ma’ruf saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI 2020, Kamis (3/12).
Ma’ruf menjelaskan dari total jumlah rumah yang sudah terbangun tersebut 75 persen di antaranya adalah rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 25 persen sisanya rumah untuk non-MBR.
Lihat juga: Mengenal Arti Jurus Cincai, Cengli dan Cuan Ahok di Pertamina
Ma’ruf juga memperkirakan pandemi membuat Real Estate Indonesia (REI) tak dapat mencapai target membangun 239.109 rumah untuk MBR.
Lebih lanjut, Ma’ruf menuturkan program 1 juta rumah diresmikan pada 2015 oleh Presiden Joko Widodo itu telah berhasil membangun sebanyak 5,4 juta unit. Dari jumlah itu, 70 persen di antaranya ditujukan untuk MBR.
Pemerintah, kata dia, percaya bahwa pembangunan rumah untuk rakyat tidak hanya akan berdampak positif terhadap perekonomian, tetapi juga akan mengangkat kualitas hidup masyarakat.
Pasalnya sektor perumahan dan properti merupakan klaster industri yang melibatkan banyak jenis usaha dan industri, sehingga penciptaan lapangan kerja di sektor tersebut cukup besar.
“Dengan pembangunan perumahan tersebut, pemerintah berharap dapat menyerap banyak tenaga kerja melalui program padat karya,” imbuh Ma’ruf.
Terkait masih tingginya angka backlog perumahan, yang mencapai 11,04 juta unit, Ma’ruf mengatakan pemerintah akan mendorong percepatan pembangunan rumah khususnya bagi MBR.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, jumlah keluarga di Indonesia yang memiliki rumah mencapai 80,07 persen, sementara sisanya tinggal dengan cara menyewa rumah, menumpang di rumah kerabat hingga nomaden.
“Oleh karena itu pembangunan sektor perumahan perlu kita dukung sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan manfaatnya dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat. Kita semua menyadari, bahwa perjuangan untuk memfasilitasi penyediaan rumah bagi rakyat masih panjang,” tandasnya.
-
FOTO27/02/2026 05:34 WIBFOTO: KWP Gandeng DPR dan BUMN Beri Santunan Anak Yatim
-
FOTO27/02/2026 01:25 WIBFOTO: Peluncuran Aurowave Audio Profesional
-
OASE27/02/2026 05:00 WIBCara Menghitung Fidyah Yang Benar
-
EKBIS27/02/2026 13:46 WIBBuka Cabang di Surabaya, Nellava Bullion Perkuat Pasar Investasi Logam Mulia Jawa Timur
-
NASIONAL26/02/2026 23:30 WIBJelang HKBN, Satgas Saber Pangan Beri Teguran Hingga Penegakan Hukum
-
OLAHRAGA27/02/2026 10:30 WIBJelang All England 2026, Alwi Farhan dkk Mulai Berlatih di Inggris
-
DUNIA27/02/2026 00:01 WIBTidak Diakui Negara Nuklir, Korut Takkan Berdamai dengan AS
-
NUSANTARA26/02/2026 23:00 WIBUntuk Jaga Daya Beli Warga, Pajak di Jawa Barat Tidak Dinaikan

















