Berita
AKTUALITAS.ID – Anggota Ombudsman RI Adrianus Meliala mengatakan tingkat persiapan penunjang protokol kesehatan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) jelang Pilkada 2020 masih rendah. Berdasarkan data Ombudsman pada 28-30 November lalu, baru sepertiga dari peralatan penunjang protokol kesehatan yang digelontorkan oleh KPU ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). “Baru saja kami rilis pada Selasa lalu, pada dasarnya […]
AKTUALITAS.ID – Anggota Ombudsman RI Adrianus Meliala mengatakan tingkat persiapan penunjang protokol kesehatan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) jelang Pilkada 2020 masih rendah.
Berdasarkan data Ombudsman pada 28-30 November lalu, baru sepertiga dari peralatan penunjang protokol kesehatan yang digelontorkan oleh KPU ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
“Baru saja kami rilis pada Selasa lalu, pada dasarnya H-10 itu tingkat kesiapan penunjang protokol kesehatan di TPS dan petugas KPPS pada saat itu rendah sekali,” kata Adrianus, dalam dialog ‘Investigasi Kesiapan APD Pilkada: Apa Hasilnya?’ di Youtube BNPB, Jumat (4/12/2020).
Pihaknya telah mendatangi sekitar 40 PPK di daerah untuk mengecek persiapan Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19.
Berdasarkan pantauannya itu, peralatan penunjang protokol kesehatan masih menjadi masalah karena baru sepertiga yang digelontorkan dari KPU pusat. Peralatan penunjang protokol kesehatan yang dimaksud berupa thermo gun, masker, serta pakaian hazmat untuk para petugas KPPS.
“Terkait protokol kesehatan masih bermasalah, baru sekitar sepertiga yang digelontorkan. Dari KPUD yang kami datangi, baru sepertiga juga yang sudah mendorong logistik itu ke bawah,” ujarnya.
“Untuk beberapa item seperti thermo gun, demikian juga baju hazmat itu rendah sekali penerimanya pada PPK waktu itu,” katanya.
Lihat juga: H-5 Pilkada, Bawaslu Ingatkan KPU soal Distribusi APD di TPS
Ia mencatat, di PPK yang didatangi pihaknya rata-rata baru menerima sekitar 30 persen dari barang-barang penunjang protokol kesehatan yang seharusnya diterima.
Adrianus juga meminta KPU dan KPUD agar segera menyalurkan barang penunjang tersebut sehingga para petugas KPPS bisa melakukan simulasi pelaksanaan pemungutan suara sesuai protokol kesehatan.
“Harapan kami yakni agar KPU dan KPUD mempercepat prosesnya, bergegas, sehingga pada H-2 semua sudah sampai di TPS dan KPPS bisa melakukan simulasi terkait penggunannya,” ucap Adrianus.
-
POLITIK28/06/2026 16:43 WIBMeski Didukung Jokowi, Tidak Jaminan PSI akan Jadi Partai Besar
-
RIAU28/06/2026 20:30 WIBFahmil Qur’an Bengkalis Melaju ke Final MTQ Riau 2026 Usai Raih Nilai Tertinggi
-
NASIONAL29/06/2026 00:00 WIBDPR Desak Kemhan Hentikan Sementara Latsarmil SPPI 2026
-
WARGANET28/06/2026 20:00 WIB“Raja Rakus Bin Tamak” hingga “Raja Ngibul”, Komentar Warganet Warnai Gelar Jokowi
-
EKBIS28/06/2026 21:00 WIBPrabowo Diminta Tinjau Ulang Rencana Aturan Kadar Tar dan Nikotin Rokok
-
POLITIK28/06/2026 22:30 WIBPengamat Sebut Parpol Harus Punya Enam Modal Agar Punya Kekuatan Besar di Indonesia
-
POLITIK28/06/2026 17:29 WIBBesok, DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik Anggota KPU RI Terkait Penggunaan Helikopter
-
POLITIK29/06/2026 11:00 WIBPartai Buruh Oleng Dihantam Badai Pengunduran Diri 1,3 Juta Kader