Berita
Soal Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, DPR Minta Mendikbud Nadiem Siapkan Juknis
AKTUALITAS.ID – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menuturkan, sekolah wajib menggelar pembelajaran tatap muka terbatas setelah vaksinasi guru dan tenaga didik kedua dipenuhi. Kemendikbud menargetkan pada Juli 2021, seluruh sekolah seluruhnya sudah dibuka untuk pembelajaran tatap muka. Meksi, pembelajaran tatap muka ini dengan sistem campuran (hybrid) dengan masih menerapkan pembelajaran daring. Anggota Komisi X […]
AKTUALITAS.ID – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menuturkan, sekolah wajib menggelar pembelajaran tatap muka terbatas setelah vaksinasi guru dan tenaga didik kedua dipenuhi. Kemendikbud menargetkan pada Juli 2021, seluruh sekolah seluruhnya sudah dibuka untuk pembelajaran tatap muka. Meksi, pembelajaran tatap muka ini dengan sistem campuran (hybrid) dengan masih menerapkan pembelajaran daring.
Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa meminta Nadiem mempersiapkan dengan matang rencana pembukaan sekolah. Yaitu dengan membuka petunjuk teknis (juknis).
“Juknis ini sebaiknya menyertakan arahan terkait persiapan menjelang pembelajaran hybrid, proses pembelajaran hybrid termasuk evaluasi pelaksanaannya dalam pemaparan yang cukup detail pada masing-masing metode pembelajaran, baik tatap muka maupun daring. Sehingga meskipun katakanlah yang memilih pembelajaran tatap muka hanya 10 persen siswa atau sebaliknya yang memilih pembelajaran daringlah yang hanya 10 persen, guru tetap memberikan fokus perhatian dan persiapan yang sama baiknya,” katanya kepada wartawan, Jumat (19/3/2021).
Guru bakal mendapatkan tugas yang lebih luas karena menyiapkan pembelajaran secara daring juga tatap muka. Juknis tersebut bisa menjadi pedoman pengajar agar tidak terbebani dengan sistem baru ini. Sistem hybrid ini menjadi tantangan bagi para guru.
“Kematangan dan kecermatan penyiapan proses kedua sistem belajar ini sangat diperlukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung efektif, efisien dan tidak memberatkan baik bagi murid, pendidik juga orang tua,” terang Ledia.
Sekretaris Fraksi PKS ini mengingatkan, pembelajaran campuran ini harus disiapkan dengan matang. Karena kondisi dan situasi prasarana dan sarana pembelajaran yang beragam di setiap daerah.
“Campuran pembelajaran tatap muka dan daring yang kita dengar sebagai pembelajaran hybrid ini harus disiapkan dengan sangat matang dan cermat mengingat begitu beragamnya situasi kondisi, prasarana dan sarana pembelajaran di negara kita,” jelasnya.
Ledia tak lupa mengingatkan protokol kesehatan harus dijalankan dengan baik di sekolah saat pembelajaran tatap muka.
“Guru-guru kan dijamin sudah divaksin sebelum masa pembelajaran tatap muka dimulai. Anak-anak tidak divaksin karena belum ada vaksin untuk anak-anak, padahal mereka tetap bisa terpapar covid baik dengan atau tanpa gejala. Orangtua murid belum tentu semua sudah divaksin. Maka memastikan di sekolah ada prokes ketat dan murid terpantau pergi dan pulang sekolah tanpa melipir ke tempat-tempat lain juga merupakan satu keniscayaan,” pungkasnya.
-
RAGAM24/06/2026 17:13 WIBDi Tengah Padatnya Aktivitas, Mashudi Benarto dan Elvi Cahyani Rayakan Dua Tahun Cinta dengan Makan Malam Romantis
-
EKBIS24/06/2026 11:30 WIBSelat Hormuz Lancar, Harga Minyak Dunia Turun
-
NASIONAL24/06/2026 17:48 WIBKPK Telusuri Setoran PT Blueray Cargo ke BPOM dan Kemendag
-
NUSANTARA24/06/2026 11:00 WIB2 Peserta SPPI Tewas Saat Latihan Militer
-
POLITIK24/06/2026 13:00 WIBPengamat: Wacana 2 Periode Prabowo – Gibran Dinilai Punya Misi Tersembunyi
-
POLITIK24/06/2026 20:00 WIBDPD: Politik Uang dan Hoaks Kian Menggerus Kualitas Demokrasi Indonesia
-
RIAU24/06/2026 12:45 WIBOperasi Senyap, Polresta Pekanbaru Gerebek Gudang Narkoba di Apartemen Mewah
-
POLITIK24/06/2026 14:00 WIBGerindra Bantah Keras Isu Instruksi Budi Djiwandono Awasi Gibran