Connect with us

NUSANTARA

BMKG Warning Status Waspada Level II Gunung Anak Krakatau

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: Meta ai

AKTUALITAS.ID – Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanik yang membuat otoritas pengamatan gunung api meningkatkan kewaspadaan. Dalam 24 jam terakhir, puluhan gempa vulkanik terekam dari perut gunung yang berada di perairan Selat Sunda tersebut.

Meski statusnya masih berada pada Level II atau Waspada, rentetan aktivitas kegempaan yang terus muncul menjadi sinyal bahwa gunung api legendaris pewaris letusan dahsyat Krakatau itu belum benar-benar tenang.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Lampung Selatan, Suwarno, menegaskan aktivitas vulkanik masih tergolong tinggi sehingga masyarakat diminta tidak mengabaikan peringatan yang telah dikeluarkan.

“Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi. Masyarakat harus tetap waspada dan tidak memasuki zona bahaya yang telah ditetapkan,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Data pemantauan menunjukkan perut gunung terus berdenyut. Dalam satu hari pengamatan, tercatat 35 kali gempa hembusan, 20 kali gempa low frequency, serta 33 kali gempa hybrid atau fase banyak. Aktivitas ini menjadi indikasi bahwa dinamika magma dan gas vulkanik masih berlangsung di bawah permukaan.

Tak hanya itu, tremor menerus juga masih terekam oleh instrumen pemantauan. Sementara secara visual, asap putih terus keluar dari kawah utama dengan ketinggian mencapai 200 meter di atas puncak.

Fenomena tersebut membuat otoritas vulkanologi kembali mengingatkan nelayan, wisatawan, hingga masyarakat pesisir agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius dua kilometer dari kawah aktif.

Peringatan ini bukan tanpa alasan. Sejarah mencatat kawasan Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia yang dapat mengalami erupsi sewaktu-waktu dengan lontaran material vulkanik berbahaya ke area sekitarnya.

Di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik, para nelayan yang beroperasi di Selat Sunda diminta terus memantau perkembangan informasi resmi sebelum melaut. Kondisi cuaca dan aktivitas gunung api harus menjadi pertimbangan utama demi keselamatan.

Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing isu atau kabar yang belum terverifikasi. Seluruh informasi terkait perkembangan Gunung Anak Krakatau diminta hanya merujuk pada laporan resmi lembaga vulkanologi dan instansi pemerintah yang berwenang.

Meski belum ada peningkatan status, rentetan gempa yang terus terjadi menjadi pengingat bahwa Anak Krakatau masih aktif dan setiap perkembangan harus dipantau secara serius. Mata publik kini kembali tertuju ke gunung api yang berdiri di tengah Selat Sunda itu, menunggu apakah aktivitasnya akan mereda atau justru meningkat dalam beberapa hari ke depan. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version