Connect with us

NUSANTARA

BMKG Beberkan Daftar Perairan yang Diterjang Gelombang 4 Meter

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku pada 4 – 7 Agustus 2026. Sejumlah wilayah perairan Indonesia diperkirakan akan mengalami gelombang hingga 4 meter, sehingga masyarakat pesisir, nelayan, operator kapal, dan pelaku pelayaran diminta meningkatkan kewaspadaan.

Menurut BMKG, kondisi ini dipicu oleh pola angin yang cukup kuat di sejumlah wilayah Indonesia. Di bagian utara, angin umumnya bertiup dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 10–27 knot, sedangkan di wilayah selatan bertiup dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan mencapai 8–38 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Selat Makassar bagian tengah dan selatan, Laut Banda, Laut Seram, serta Laut Arafuru.

BMKG memprakirakan gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, antara lain:

Selat Karimata bagian utara dan selatan.
Laut Jawa bagian barat, tengah, dan timur.
Selat Makassar bagian tengah dan selatan.
Laut Flores.
Teluk Bone.
Laut Banda.
Laut Maluku.
Samudra Pasifik utara Maluku.
Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua.
Laut Seram.
Laut Arafuru bagian barat, tengah, timur, dan utara.
Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, gelombang lebih tinggi mencapai 2,5–4 meter diperkirakan berpotensi terjadi di:

Selat Malaka bagian utara.
Samudra Hindia barat Aceh.
Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.
Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai.
Samudra Hindia barat Bengkulu.
Samudra Hindia barat Lampung.
Samudra Hindia selatan Banten.
Samudra Hindia selatan Jawa Barat.
Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.
Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta.
Samudra Hindia selatan Jawa Timur.
Samudra Hindia selatan Bali.
Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat.

BMKG mengingatkan bahwa kondisi gelombang tinggi tersebut dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal nelayan, kapal tongkang, kapal feri, maupun kapal berukuran kecil yang beroperasi di wilayah terdampak.

Masyarakat yang akan beraktivitas di laut diimbau untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca dan gelombang dari BMKG sebelum berlayar serta mempertimbangkan kondisi cuaca demi keselamatan.

Peringatan dini ini bersifat antisipatif dan dapat berubah mengikuti perkembangan dinamika atmosfer. Karena itu, nelayan, operator kapal, dan pemerintah daerah di wilayah pesisir diharapkan terus mengikuti informasi resmi BMKG selama periode 4 – 7 Agustus 2026. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version