Berita
Ribuan Napi Nigeria Kabur akibat Penjara Diserang dengan Peledak
Lebih dari 1.800 narapidana kabur setelah sekelompok orang bersenjata menyerang sebuah penjara di selatan Nigeria menggunakan peledak, Senin (5/4). Kejadian itu menjadi salah satu upaya pembobolan penjara terbesar di negara tersebut. Sekelompok orang tersebut meledakkan penjara Oweri di negara bagian Imo dan terlibat adu tembak dengan penjaga yang membuat para napi mampu kabur. “Saya dapat […]
Lebih dari 1.800 narapidana kabur setelah sekelompok orang bersenjata menyerang sebuah penjara di selatan Nigeria menggunakan peledak, Senin (5/4). Kejadian itu menjadi salah satu upaya pembobolan penjara terbesar di negara tersebut.
Sekelompok orang tersebut meledakkan penjara Oweri di negara bagian Imo dan terlibat adu tembak dengan penjaga yang membuat para napi mampu kabur.
“Saya dapat mengonfirmasi bahwa komando Layanan Pemasyarakatan Nigeria negara bagian Imo telah diserang oleh kelompok bersenjata tak dikenal di Owerri,” kata juru bicara lembaga tersebut, James Madugba, kepada AFP.
Ia menyebut jumlah pasti napi yang kabur belum dapat dipastikan. Meski begitu ia meyakini, “situasi di bawah kendali.”
Lembaga itu menyebut para penyerang tiba dengan truk pick-up dan bus sebelum menyerbu lapas. Belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Namun Presiden Muhammadu Buhari menyebut serangan itu sebagai “aksi terorisme” yang dilakukan oleh “anarkis” dan mendesak pasukan keamanan menangkap para penyerang serta napi yang kabur.
Penjara di negara paling padat di Afrika tersebut kerap kali kelebihan kapasitas, dan sebanyak 70 persen dari narapidana sedang dalam masa hukuman penahanan dan menunggu persidangan selama bertahun-tahun.
Gubernur negara bagian tetangga Abia memberlakukan jam malam di dua kota wilayah tersebut demi melindungi penduduk lokal meski tak merujuk langsung pada kejadian ini.
Negara bagian Imo merupakan bagian wilayah yang telah lama menjadi sarang dari kelompok separatis dan lokasi ketegangan antara pemerintah federal dan penduduk asli Igbo kerap terjadi.
Gerakan separatis The Indigenous People of Biafra (IPOB) baru-baru ini mengunggah sejumlah video di media sosial berisi puluhan militannya menjalani pelatihan.
Pemerintah memberlakukan jam malam di beberapa bagian wilayah Imo pada awal tahun ini setelah bentrokan antara tentara dan militan.
Namun juru bicara IPOB, Emmanuel Powerful menolak dugaan keterlibatan kelompoknya dalam bentuk apapun dengan serangan di penjara Imo.
Dalam surat pernyataan kepada AFP, ia menolak tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai “kebohongan”.
Seruan wilayah Biafra di selatan Nigeria untuk merdeka merupakan hal sensitif di negara tersebut, setelah deklarasi kemerdekaan sepihak dari pemerintah Inggris pada 1967 memicu perang saudara brutal selama 30 tahun.
Sementara itu, Presiden Buhari menghadapi sejumlah tantangan keamanan dalam pemerintahannya termasuk pemberontakan jihadis selama sedekade terakhir di timur laut Nigeria.
-
POLITIK27/07/2026 09:00 WIB30 Tahun Kudatuli Luka Demokrasi Belum Sembuh
-
NASIONAL27/07/2026 09:15 WIBMendadak Mundur! Perry Warjiyo Tinggalkan Jabatan Gubernur BI
-
DUNIA26/07/2026 19:00 WIBHouthi Hujani Rudal ke Arab Saudi
-
NASIONAL26/07/2026 20:00 WIBKPK Sita Uang Rp4 Miliar di Rumah Kadis PUPR Bengkulu
-
OASE27/07/2026 05:00 WIBMakna Api dalam Al-Qur’an Lebih Dalam dari yang Dibayangkan
-
FOTO27/07/2026 16:00 WIBFOTO: Pemerintah Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo
-
NASIONAL27/07/2026 10:00 WIBKPK: Penyuap Bupati Rejang Lebong Diduga Juga Setor ke Pejabat Bengkulu
-
JABODETABEK27/07/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Suhu Jakarta Tembus 35 Derajat Hari Ini