Connect with us

JABODETABEK

24 Kecamatan Bogor Dilanda Kekeringan Parah

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Kemarau yang terus berkepanjangan mulai menunjukkan dampak serius di Kabupaten Bogor. Sebanyak 94.002 warga kini menghadapi krisis air bersih setelah 24 kecamatan dilanda kekeringan. Ribuan keluarga terpaksa bergantung pada bantuan distribusi air karena sumber-sumber air mulai mengering.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat, bencana kekeringan yang berlangsung sejak 10 Juni hingga 24 Juli 2026 telah berdampak pada 27.225 kepala keluarga yang tersebar di 72 desa dan kelurahan.

Kondisi ini menjadi sinyal bahwa musim kemarau tahun ini mulai menekan kebutuhan dasar masyarakat. Air bersih yang seharusnya mudah diperoleh kini berubah menjadi komoditas yang harus diperjuangkan setiap hari.

Untuk mengurangi dampak krisis, BPBD telah menyalurkan 752.500 liter air bersih ke berbagai wilayah terdampak melalui 69 titik distribusi. Namun, besarnya jumlah warga yang membutuhkan bantuan menunjukkan pasokan tersebut masih menjadi tantangan di tengah meluasnya kekeringan.

Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Ciampea, Cigudeg, Rumpin, Leuwisadeng, Sukajaya, Nanggung, Jasinga, Ciseeng, Cibungbulang, Pamijahan, Dramaga, Cigombong, Megamendung, Tanjungsari, Sukaraja, Babakan Madang, Cariu, Citeureup, Jonggol, Parung, Rancabungur, Kemang, Parungpanjang, dan Tenjo.

Jika musim kemarau terus berlangsung tanpa hujan yang cukup, potensi meluasnya krisis air bersih diperkirakan masih terbuka. Kondisi ini tidak hanya mengancam aktivitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga berpotensi memengaruhi sektor pertanian, peternakan, hingga kesehatan warga apabila pasokan air tidak segera terpenuhi.

Pemerintah daerah terus melakukan distribusi air bersih sambil mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat selama musim kemarau masih berlangsung. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version