Berita
Mengapa Allah Mengutus Para Rasul?
Allah SWT sudah mengutus Nabi dan Rasul pada setiap zaman dan umat untuk memberikan kabar gembira. Surah An-Nisa Ayat 165 dan tafsirnya menerangkan salah satu alasan Allah SWT mengutus para Rasul agar orang-orang durhaka dan kafir tidak membuat alasan di akhirat nanti. رُسُلًا مُّبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ لِئَلَّا يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَى اللّٰهِ حُجَّةٌ ۢ بَعْدَ الرُّسُلِ ۗوَكَانَ […]
Allah SWT sudah mengutus Nabi dan Rasul pada setiap zaman dan umat untuk memberikan kabar gembira. Surah An-Nisa Ayat 165 dan tafsirnya menerangkan salah satu alasan Allah SWT mengutus para Rasul agar orang-orang durhaka dan kafir tidak membuat alasan di akhirat nanti.
رُسُلًا مُّبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ لِئَلَّا يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَى اللّٰهِ حُجَّةٌ ۢ بَعْدَ الرُّسُلِ ۗوَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا
Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah Rasul-Rasul itu diutus. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (QS An-Nisa: 165)
Dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama, ayat ini menerangkan, Allah telah mengutus para Rasul yang sebagian telah dikisahkan dan sebagian lagi tidak, supaya mereka menyampaikan berita gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar di akhirat dan memberi peringatan kepada orang-orang kafir dan durhaka, bahwa mereka akan mendapat siksa dalam api neraka.
Jika Allah tidak mengutus para Rasul kepada manusia, niscaya orang kafir pada hari kiamat nanti akan menyampaikan hujah atau alasan supaya mereka jangan dipersalahkan atau dituntut, sebab belum pernah kedatangan seorang Rasul yang memberi peringatan.
Hal ini dijelaskan dalam firman Allah: Dan kalau mereka Kami binasakan dengan suatu siksaan sebelum (Alquran itu diturunkan), tentulah mereka berkata, “Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang Rasul kepada kami, sehingga kami mengikuti ayat-ayat-Mu sebelum kami menjadi hina dan rendah?” (QS Thaha: 134).
Jadi jelas sekali, bahwa hikmah diutusnya para Rasul itu ialah untuk membatalkan hujah atau alasan orang kafir nanti pada hari kiamat.
Katakanlah (Muhammad), “Alasan yang kuat hanya pada Allah. Maka kalau Dia menghendaki, niscaya kamu semua mendapat petunjuk.” (QS Al-An’am: 149).
Allah Maha Kuasa, tidak dapat dikalahkan dalam segala urusan yang dikehendaki-Nya, lagi Maha Bijaksana dalam segala perbuatannya. Menurut kebijaksanaan-Nya tidak perlu melayani permintaan orang-orang kafir Yahudi untuk menurunkan sebuah kitab dari langit, sebab sudah ada pengalaman dengan Musa. Mereka pernah meminta yang aneh-aneh kepada Musa, dan setelah permintaannya dipenuhi, mereka semakin menampakkan keingkaran dan keserakahannya.
-
FOTO04/09/2026 13:00 WIBFOTO: ACC Kembangkan Potensi Warga Desa Cibunian
-
EKBIS04/09/2026 12:30 WIBPertamina Batalkan Syarat STNK untuk Beli BBM
-
POLITIK04/09/2026 15:00 WIBBawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu
-
NASIONAL04/09/2026 09:45 WIBErna Sari Dewi: Stop Bicara Digital Desa Kalau Tak Didanai
-
JABODETABEK04/09/2026 15:30 WIBMengaku Disekap, 2 ART Akhirnya Dipulangkan Polisi
-
DUNIA04/09/2026 17:00 WIBMohsen Rezaei: Strategi Baru Iran Akan Hantam Fondasi Kekuatan AS
-
POLITIK04/09/2026 10:00 WIBBawaslu Waspadai Deepfake di Pemilu 2029, Minta Pengawasan AI Diatur UU
-
EKBIS04/09/2026 10:30 WIBDolar AS Melemah, Rupiah Naik ke Rp17.632