Berita
Jika Rusia Invasi Ukraina, Jerman Ancam Hentikan Pipa Gas
Jerman memberi isyarat dapat menghentikan pipa Nord Stream 2 dari Rusia jika negara itu menginvasi Ukraina, Selasa (18/1/2022). Negara-negara Barat bersatu di belakang Kyiv atas penumpukan pasukan Moskow yang telah memicu kekhawatiran perang. Kanselir Jerman Olaf Scholz mengisyaratkan bahwa tanggapan Berlin mungkin termasuk menghentikan pipa Nord Stream 2 yang membawa gas ke Jerman. “Jelas bahwa […]
Jerman memberi isyarat dapat menghentikan pipa Nord Stream 2 dari Rusia jika negara itu menginvasi Ukraina, Selasa (18/1/2022). Negara-negara Barat bersatu di belakang Kyiv atas penumpukan pasukan Moskow yang telah memicu kekhawatiran perang.
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengisyaratkan bahwa tanggapan Berlin mungkin termasuk menghentikan pipa Nord Stream 2 yang membawa gas ke Jerman. “Jelas bahwa akan ada harga tinggi yang harus dibayar dan bahwa semuanya harus didiskusikan jika ada intervensi militer di Ukraina,” katanya saat ditanya tentang pipa tersebut setelah bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.
Scholz sebelumnya mengatakan Jerman terbuka untuk sanksi jika terjadi serangan Rusia dan semuanya akan bisa dibahas. Beberapa poin sanksi yang dipertimbangkan mencakup Nord Stream 2 yang telah dibangun tetapi belum mendapatkan persetujuan untuk dibuka.
Sedangkan Stoltenberg mengatakan telah mengundang sekutu NATO dan Rusia ke serangkaian pertemuan lebih lanjut di Dewan NATO-Rusia. Pertemuan ini membahas cara-cara meningkatkan situasi keamanan, setelah putaran pertama pembicaraan yang tidak meyakinkan dalam dua tahun pada pekan lalu.
“Sekutu NATO siap untuk membahas proposal konkret tentang bagaimana mengurangi risiko dan meningkatkan transparansi mengenai kegiatan militer dan bagaimana mengurangi ancaman luar angkasa dan dunia maya,” kata Stoltenberg dalam konferensi pers bersama dengan Scholz.
“Kami juga siap untuk melanjutkan pertukaran pengarahan tentang latihan dan kebijakan nuklir kami masing-masing,” ujarnya.
Selain melakukan pembahasan dengan NATO, Jerman mengutus Menteri Luar Negeri Annalena Baerbock mengadakan pembicaraan di Rusia dan Ukraina untuk mencoba meredakan ketegangan. Baerbock memperingatkan bahwa Moskow akan menderita jika menyerang tetangganya.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan setelah bertemu Baerbock pada Selasa bahwa pipa akan meningkatkan keamanan energi Eropa ketika dibuka. “Upaya untuk mempolitisasi proyek ini akan menjadi kontra-produktif,” katanya.
Meskipun Barat bersatu di belakang Ukraina, bekas republik Soviet itu bukan anggota NATO. Aliansi itu tidak memiliki kewajiban perjanjian untuk mempertahankannya.
sumber : Reuters
-
POLITIK01/07/2026 16:35 WIBSafari Politik Jokowi Sengaja Ganggu Zona Nyaman Partai Mapan
-
POLITIK01/07/2026 17:30 WIBGerindra Tak Ambil Pusing Safari Politik Jokowi dengan PSI
-
POLITIK01/07/2026 11:30 WIBPDIP Minta BGN Bongkar Keterlibatan Kader dalam Program MBG
-
RIAU01/07/2026 20:10 WIBBengkalis Pimpin Partisipasi IHaI 2026 di Riau, Bupati Kasmarni Ajak Warga Terus Isi Survei
-
RAGAM01/07/2026 21:00 WIBPOTEK Dance Fest 2026 Bandung Berlangsung Meriah, Mystylez Crew Wakili Kota Kembang ke Final
-
OTOTEK01/07/2026 11:00 WIBPersaingan Makin Gila, Influencer Terancam Kehilangan Cuan Besar
-
RIAU01/07/2026 13:16 WIBPolda Riau Raih Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo, Kapolda: Penghargaan Milik Seluruh Personel
-
NASIONAL01/07/2026 13:00 WIBNama Mufli Viral, Daftar Komisaris Krakatau Posco Menghilang dari Situs Resmi