Berita
TNI Siiapkan 3 RS Militer untuk Program Dokter Spesialis
AKTUALITAS.ID – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan tiga rumah sakit (RS) militer dari tiga matra untuk dijadikan sebagai program studi pendidikan dokter spesialis bekerja sama dengan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Jenderal TNI Andika Perkasa menyampaikan ada tiga RS militer yang disiapkan, yaitu RS Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, RS Pusat TNI Angkatan Laut (RSPAL) dr. Ramelan Surabaya, dan RS Pusat TNI Angkatan Udara (RSPAU) Hardjolukito Yogyakarta.
Panglima setelah menerima laporan itu lanjut bertanya ke masing-masing matra TNI mengenai jumlah RS militer yang siap jadi rumah sakit jejaring pendidikan dokter spesialis sebagaimana disiarkan kanal YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa yang diakses di Jakarta, Senin (14/3/2022).
Kapuskes TNI AD (Kapuskesad) Mayjen TNI Purwo Setyanto menyampaikan pihaknya menyiapkan 5 RS yang berada di bawah naungan TNI AD untuk menjadi RS jejaring.
Dalam pertemuan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan TNI AL (Kadiskesal) Laksma TNI dr. Agus Guntoro melaporkan ke Panglima ada dua RS TNI AL (RSAL) yang siap jadi jejaring.
Terakhir, Kepala Dinas Kesehatan TNI AU (Kadiskesau) Marsma TNI dr. Isdwiranto Iskanto menyampaikan ada dua RS TNI AU yang siap jadi jejaring, yaitu RSAU dr. Esnawan Antariksa di Jakarta, dan RSAU dr. M. Salamun di Bandung, Jawa Barat.
Andika, pada kesempatan yang sama, juga meminta jajarannya menyiapkan dokter-dokter spesialis di RS militer menjadi pengajar PPDS. Ia menyampaikan pengajar tidak perlu prajurit aktif atau purnawirawan.
“Sekali lagi, kepada semuanya, tenaga pengajar nanti tidak hanya militer aktif, kalau memang ada, bahkan bukan PNS, bukan juga purnawirawan, tetapi dokter spesialis itu sudah bekerja di situ (RS militer) bagus, karena dokter spesialis itu (soal) jam terbang,” tutur Panglima ke jajarannya.
Mabes TNI dan Universitas Airlangga menjalin kerja sama meningkatkan jumlah dokter spesialis di lingkungan TNI. Kerja sama itu, yang resmi terbentuk pada tahun ini, memungkinkan program pendidikan dokter spesialis (PPDS) diselenggarakan di rumah sakit militer.
Walaupun demikian, proses seleksi dan kurikulumnya akan dirancang oleh Universitas Airlangga. Kerja sama itu, menurut Panglima pada pertemuan yang lain, penting karena TNI perlu meningkatkan jumlah dokter spesialis-nya.
Tidak hanya di lingkungan TNI, jumlah dokter spesialis secara nasional juga masih belum memadai.
Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Mohammad Nasih saat meresmikan kerja sama dengan TNI bulan lalu menyebut ada sekitar 41.000 dokter spesialis dan sekitar 145.000 dokter umum di Indonesia.
Dengan demikian, saat ini satu dokter spesialis harus melayani kurang lebih 6.000 orang.
-
NASIONAL07/10/2026 09:00 WIBSarifah Desak Batas Tegas Pengawasan Siber Negara
-
POLITIK07/10/2026 07:00 WIBPDIP Dorong Parliamentary Threshold 6 Persen
-
POLITIK07/10/2026 06:00 WIBBW: Gibran Mundur Lebih Terhormat
-
NUSANTARA07/10/2026 07:30 WIBLansia 74 Tahun Tewas Saat Bakar Daun Jati di Ladang
-
NUSANTARA07/10/2026 08:30 WIBGempa M5,2 Guncang Lombok Dini Har
-
DUNIA07/10/2026 08:00 WIBIsrael Susun Skenario Serangan ke Iran
-
NASIONAL06/10/2026 22:00 WIBDensus 88 Bongkar Jaringan Teror di 6 Provinsi
-
RAGAM06/10/2026 23:00 WIBSaldo JHT Bisa Diambil Saat Masih Kerja