Berita
Pemuda di Pakistan Dihukum Mati karena Hina Nabi Muhammad di WhatsApp
AKTUALITAS.ID – Sebuah kasus yang mengguncang Pakistan telah menimbulkan kontroversi luas setelah mahasiswa berusia 22 tahun, Junaid Munir, dijatuhi hukuman mati atas tuduhan menghina Nabi Muhammad Saw.
Pengadilan di kota Gujranwala, Provinsi Punjab, menyatakan Munir bersalah dan menjatuhkan hukuman mati pada pekan lalu, meskipun Munir dan keluarganya membantah tuduhan tersebut.
Munir, yang dituduh membagikan konten penistaan agama di WhatsApp pada 2022, telah secara terbuka membantah tuduhan tersebut. Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh pengacaranya, Aslam Gujar, Munir menyatakan bahwa dia tidak bersalah dan akan mengajukan banding terhadap putusan pengadilan.
Munir Hussain, ayah Munir, dengan tegas membela putranya, menyatakan bahwa Junaid tidak terlibat dalam tindakan tersebut dan bahwa kasus ini merupakan manipulasi yang bertujuan untuk menuduh Munir secara salah.
“Anak saya tidak bersalah dan dia terlibat dalam kasus palsu,” kata Hussain melalui sambungan telepon.
Keluarga Munir saat ini hidup dalam kondisi tersembunyi karena ancaman atas kehidupan mereka, yang muncul dari sentimen masyarakat terkait kasus ini.
Pada dasarnya, kasus ini menyoroti kompleksitas undang-undang penodaan agama yang berlaku di Pakistan, di mana hukuman mati dapat diberikan kepada mereka yang dinyatakan bersalah menghina agama atau tokoh agama.
Meskipun demikian, kasus Munir juga menggambarkan pentingnya menjaga keadilan dan memberikan perlindungan hukum yang adil kepada setiap individu, tanpa terpengaruh oleh tekanan masyarakat atau politik.
Keluarga Munir bersikeras untuk melanjutkan perjuangan hukum mereka untuk membuktikan kebenaran dan memastikan bahwa proses hukum dilakukan secara adil dan transparan.
Di tengah sorotan internasional terhadap kasus ini, masyarakat juga dipanggil untuk mempertimbangkan pentingnya dialog antaragama, menghormati hak asasi manusia, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan yang universal. (YAN KUSUMA/RAFI)
-
RIAU17/02/2026 16:00 WIBJelang Imlek dan Ramadan, Dishub Bengkalis Siagakan Lima Armada Roro untuk Layani Lonjakan Arus
-
JABODETABEK17/02/2026 13:30 WIBTiga Pencuri Batik Tulis Rp1,3 Miliar di JCC Senayan Ditangkap Polisi
-
NASIONAL17/02/2026 19:00 WIBHilal Tidak Penuhi Kriteria MABIMS, Awal Ramadhan Kamis
-
PAPUA TENGAH17/02/2026 19:15 WIBPatroli Humanis Operasi Damai Cartenz 2026 Perkuat Rasa Aman Warga Sinak
-
NASIONAL17/02/2026 13:00 WIBPDIP Tolak Pengiriman Pasukan ke Gaza tanpa PBB
-
NASIONAL17/02/2026 14:00 WIBKPK Minta Lapor Dewas soal Dugaan Penyidik Minta Rp 10 M Kasus RPTKA
-
RIAU17/02/2026 20:30 WIBAntisipasi Asap Karhutla, Dinkes Riau Aktifkan Tim Medis Darurat
-
EKBIS17/02/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Hari Ini 17 Februari 2026: Turun Rp22.000 per Gram

















