DUNIA
Korsel Berduka: Kebakaran Hutan Terburuk dalam Dekade Ini Renggut Banyak Korban Jiwa
AKTUALITAS.ID – Korea Selatan dilanda bencana kebakaran hutan yang dahsyat. Jumlah korban jiwa terus bertambah, mencapai 18 orang, dan ribuan warga terpaksa mengungsi. Upaya pemadaman api menemui kendala akibat angin kencang dan cuaca kering, menjadikan kebakaran ini salah satu yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir.
Api yang berkobar sejak akhir pekan lalu telah melahap ribuan hektar hutan, menghancurkan rumah-rumah warga, dan mengancam situs-situs Warisan Dunia UNESCO. Kuil-kuil kuno, seperti Kuil Goun yang dibangun pada tahun 681, juga tak luput dari amukan si jago merah.
“Kami mengerahkan semua personel dan peralatan yang tersedia untuk merespon kebakaran hutan terburuk yang pernah terjadi tapi situasi masih belum membaik,” kata Pelaksana Tugas Presiden Han Duck-soo.
Cuaca kering yang diperkirakan akan terus berlanjut menjadi tantangan utama bagi para petugas pemadam kebakaran. Selain itu, kurangnya armada udara dan drone yang dapat beroperasi di malam hari juga menghambat upaya pemadaman.
Pemerintah Korea Selatan telah menetapkan daerah-daerah yang terkena dampak sebagai zona bencana khusus. Sementara itu, ribuan petugas pemadam kebakaran, polisi, dan tentara terus berjuang untuk menjinakkan api dan melindungi warga. (Mun/Ari Wibowo)
-
NUSANTARA04/07/2026 07:30 WIBGempa M4,5 Guncang Waikabubak Tengah Malam
-
POLITIK04/07/2026 17:30 WIBSaid Didu Sebut Safari Politik Jokowi Masuk Fase “To Kill or Be Killed” dan Sarat Kepentingan Oligarki
-
NUSANTARA04/07/2026 12:30 WIBBadan Geologi Naikkan Status Anak Krakatau ke Level III
-
POLITIK04/07/2026 10:00 WIBPAN Copot Syah Afandin Usai Terjaring OTT KPK
-
POLITIK04/07/2026 07:00 WIBPDIP Sebut Cerita Jokowi Sulit Dipercaya
-
OTOTEK04/07/2026 09:30 WIBNASA: Bumi Bergerak Mengelilingi Titik yang Berbeda
-
JABODETABEK04/07/2026 05:30 WIBBMKG Rilis Peringatan Merah Cuaca Ekstrem Jakarta 4 Juli!
-
NASIONAL04/07/2026 13:00 WIBWaka MPR: Saatnya Indonesia Buktikan Potensi Energi Hijau