DUNIA
Mesir Gandeng Qatar dan Turki Bujuk Hamas Terima Proposal Gencatan Senjata Trump di Gaza
AKTUALITAS.ID – Upaya diplomasi internasional untuk menghentikan perang di Gaza terus dilakukan. Mesir, bersama Qatar dan Turki, kini intens membujuk Hamas agar menerima proposal gencatan senjata yang diusulkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan agar Israel tidak lagi memiliki dalih untuk menggempur Gaza.
“Jangan biarkan satu pihak pun menggunakan Hamas sebagai alasan atas pembunuhan warga sipil yang gila-gilaan ini. Apa yang terjadi sekarang jauh melebihi 7 Oktober. Ini bukan balas dendam, ini pembersihan etnis dan genosida. Cukup, sudah cukup,” kata Abdelatty dalam forum di Paris, Kamis (2/10/2025), dikutip Reuters.
Pernyataan tersebut merujuk pada serangan dadakan Hamas yang diklaim Israel menewaskan 1.200 orang. Insiden itu memicu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mendeklarasikan perang besar-besaran ke Gaza.
Hingga kini, agresi Israel telah menewaskan lebih dari 66.000 warga Palestina dan meratakan ratusan ribu fasilitas sipil, termasuk rumah sakit, sekolah, dan tempat ibadah.
Isi Proposal Gencatan Senjata Trump
Proposal yang diajukan Trump berisi 20 poin penting, di antaranya:
Penghentian total serangan di Gaza.
Pemulangan sandera dan penarikan pasukan Israel.
Pembentukan pemerintahan transisi di Gaza.
Bantuan kemanusiaan besar-besaran dan pembangunan kembali Gaza.
Pelucutan senjata serta amnesti bagi Hamas.
Respons Hamas dan Kritik Internasional
Kendati demikian, proposal ini menuai kritik karena dianggap lebih menguntungkan Israel dan kurang berpihak pada rakyat Palestina.
Hamas menyatakan masih memerlukan waktu untuk meninjau usulan tersebut. Anggota biro politik Hamas, Mahommed Nazzal, mengatakan pihaknya masih merundingkan isi proposal.
“[Hamas berhak menyampaikan pandangannya] sesuai dengan kepentingan rakyat Palestina,” kata Nazzal kepada Al Jazeera.
Ia menegaskan Hamas tidak akan mengambil keputusan terburu-buru karena menyangkut masa depan rakyat Palestina. (Mun)
-
FOTO01/04/2026 17:07 WIBFOTO: Halal Bihalal KWP Bersama DPR
-
POLITIK01/04/2026 14:00 WIBPakar Desak Prabowo Singkirkan Menteri Minim Pengalaman
-
JABODETABEK01/04/2026 05:30 WIBWaspada! Jabodetabek Diguyur Hujan Ekstrem 1 April
-
NASIONAL01/04/2026 13:00 WIBPDIP Tolak Kasus Air Keras Diambil Alih Militer
-
OTOTEK01/04/2026 02:00 WIBAudi S3 Generasi Terbaru Dibandrol Seharga RpRp1,698 Miliar
-
NASIONAL01/04/2026 03:30 WIBJumat Jadi Hari WFH ASN, Ini Sektor yang Wajib Tetap Ngantor
-
JABODETABEK01/04/2026 00:30 WIBKasus Peredaran Uang Palsu Pecahan Rp100 Ribu di Bogor, Berhasil Diungkap
-
NASIONAL01/04/2026 02:30 WIBTNI Ungkap Perkembangan Penyidikan Kasus Penganiayaan Terhadap Sdr. AY

















