DUNIA
Imbas Seruan Tolak Perintah Ilegal, Trump Ancam Hukuman Mati 6 Legislator Demokrat
AKTUALITAS.ID – Donald Trump dalam sejumlah unggahan di platform Truth Social menuduh sekelompok legislator Demokrat melakukan “seditious behavior” setelah mereka mempublikasikan video yang mendorong anggota militer untuk menolak perintah yang dianggap ilegal, dan Trump menyatakan perilaku itu “punishable by death” serta menyerukan agar mereka “arrested and put on trial”.
Unggahan Trump mendapat tanggapan cepat dari Partai Demokrat yang mengecam ancaman tersebut sebagai seruan kekerasan terhadap pejabat terpilih, menyebut pernyataan presiden sebagai langkah yang berbahaya dan tak bisa ditoleransi dalam demokrasi.
Beberapa legislator yang menjadi sasaran adalah tokoh-tokoh dengan latar belakang militer atau intelijen, termasuk Senator Mark Kelly dan Senator Elissa Slotkin, yang bersama rekan mereka menegaskan bahwa mereka bertindak sebagai veteran dan profesional keamanan nasional yang bersumpah membela Konstitusi, sehingga tidak gentar menghadapi intimidasi atau ancaman kekerasan.
Gedung Putih, melalui Sekretaris Pers Karoline Leavitt, mencoba meredam pernyataan dengan menyatakan bahwa presiden tidak bermaksud benar-benar mengeksekusi anggota kongres tersebut, namun tetap menyalahkan wacana yang menurut mereka mendorong kekerasan, sehingga debat publik beralih ke narasi keamanan dan batas kebebasan berpendapat.
Kritikus menyoroti risiko retorika semacam ini dalam mengintensifkan polarisasi dan potensi kekerasan politik, sementara para analis hukum memperingatkan konsekuensi normatif dan etika bila kepala negara tampak mendukung hukuman mati terhadap lawan politik tanpa proses peradilan yang jelas.
Kejadian ini bukan tanpa preseden: Trump sebelumnya pernah mengeluarkan pernyataan serupa terhadap pejabat militer, sehingga insiden terbaru menambah daftar kontroversi retorika yang memicu perdebatan tentang standard presiden dalam mengatur wacana publik dan menjaga ketertiban sipil. (Bowo/Mun)
-
RIAU16/04/2026 20:15 WIBPasca Ricuh Panipahan, Kapolda Riau Minta Maaf dan Dorong Pemulihan Kepercayaan Publik
-
PAPUA TENGAH16/04/2026 16:00 WIBAkselerasi Pemberantasan Malaria, PT Petrosea Bagikan Ratusan Kelambu di Kampung Damai
-
DUNIA16/04/2026 15:00 WIBIran Ringkus 4 Mata-mata Mossad di Tengah Gencatan Senjata
-
RIAU16/04/2026 16:30 WIBPolda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi ‘Wake-Up Call’ Bersama
-
RIAU16/04/2026 20:45 WIBCegah Karhutla, Kapolres Rokan Hulu Turun Langsung Sosialisasi ke Desa
-
NUSANTARA16/04/2026 15:30 WIBHelikopter Rute Melawi-Kubu Raya Lenyap Misterius di Langit Kalbar
-
JABODETABEK16/04/2026 20:30 WIBOperasi Tangkap Ikan Sapu-sapu di Phb Setu Babakan Digelar
-
NASIONAL16/04/2026 17:30 WIB29 April 2026, Sidang Perdana Kasus Penganiayaan Aktivis KontraS Digelar