DUNIA
Teror Berdarah di Pantai Bondi, 15 Tewas: Polisi Australia Dakwa Pelaku dengan 59 Pasal
AKTUALITAS.ID — Polisi Australia resmi mendakwa pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, dengan 59 pelanggaran hukum, termasuk terorisme dan 15 dakwaan pembunuhan. Serangan brutal itu menewaskan 15 orang dan mengguncang publik internasional.
Penyidik Tim Gabungan Anti-Terorisme New South Wales (NSW) mendatangi rumah sakit untuk mendakwa tersangka berusia 24 tahun yang selamat dari insiden tersebut, Rabu (17/12/2025). Pelaku masih menjalani perawatan intensif akibat luka kritis.
Tragedi berdarah terjadi pada Minggu (14/12/2025), saat dua pelaku—diduga ayah dan anak—melepaskan tembakan di sepanjang Pantai Bondi. Salah satu pelaku tewas ditembak aparat, sementara satu lainnya berhasil dilumpuhkan dan ditangkap.
Polisi menyebut pelaku akan didakwa atas tindakan yang menyebabkan kematian, luka serius, membahayakan nyawa banyak orang, serta menimbulkan ketakutan luas di masyarakat.
“Indikasi awal mengarah pada serangan teroris yang terinspirasi ISIS (Daesh), organisasi terlarang di Australia,” kata Kepolisian NSW.
Menurut pejabat setempat, sang ayah diketahui warga negara India yang pindah ke Australia pada 1998. Putranya lahir di Australia dan berstatus warga negara setempat.
Di tengah tragedi, muncul sosok pahlawan. Sebuah video yang viral memperlihatkan Ahmed Al Ahmed, pria asal Suriah, nekat menerjang salah satu pelaku dan melucutinya, mencegah jatuhnya korban lebih banyak. Ahmed ditembak beberapa kali di bahu dan kini dirawat di Rumah Sakit St. George, Sydney selatan.
Pria 43 tahun, ayah dua anak perempuan itu, menuai pujian luas atas keberanian dan aksi heroiknya yang menyelamatkan banyak nyawa. (DIN)
-
NASIONAL06/07/2026 17:15 WIBAHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK
-
POLITIK06/07/2026 20:30 WIBPengamat Nilai Wacana Gibran Maju pada Pilpres 2029 Cerminkan Kepercayaan Diri Pendukung
-
NUSANTARA06/07/2026 16:30 WIBKonser Amal dengan Wali Band, Herman Deru Ajak Warga Peduli Palestina
-
POLITIK06/07/2026 13:00 WIBBRIN Khawatir Persiapan Pemilu 2029 Terganggu Jika RUU Molor
-
POLITIK06/07/2026 10:00 WIBPDIP Sebut PSI Tak Perlu Ditakuti Meski Jokowi Ikut Safari
-
POLITIK06/07/2026 11:00 WIBPKS: Politik Mahal dan Ruang Gelap Jadi Pemicu Korupsi
-
RIAU06/07/2026 23:30 WIBBupati Kasmarni Terima Penghargaan JDIHN Terbaik II Tingkat Provinsi Riau
-
OTOTEK06/07/2026 13:30 WIBPakar Siber Ingatkan: Kabel Charger Pinjaman Bisa Jadi Senjata Peretas

















