DUNIA
Usai Temuan Bom di Canbera, Kepolisian Australia keluarkan peringatan
AKTUALITAS.ID – Usai ditemukannya beberapa perangkat peledak di dekat jalur pejalan kaki umum di Canberra barat laut, ibu kota Australia, Kepolisian di Wilayah Ibu Kota Australia (Australian Capital Territory/ACT) tersebut telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat.
Kepolisian ACT dalam sebuah pernyataan pada Rabu malam waktu setempat mengatakan bahwa anggotanya telah merespons beberapa insiden penemuan bom pipa di pinggiran Belconnen, 10 kilometer di bagian barat laut pusat kota Canberra, pada Selasa dan Rabu kemarin.
Pelaksana Tugas Inspektur Detektif Anna Wronski menyebutkan bahwa 11 perangkat telah ditemukan dan beberapa di antaranya sudah diledakkan.
“Beberapa barang yang ditemukan telah diledakkan sebelum polisi menentukan lokasi, dan beberapa lainnya belum meledak,” ujar Wronski, Dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada Kamis (15/1/2026).
Dia mengatakan bahwa pihak kepolisian memperingatkan masyarakat agar tidak menyentuh perangkat apa pun yang mereka temukan.
Selain itu, dia juga menuturkan bahwa tidak ada laporan mengenai korban luka atau kerusakan properti akibat ledakan tersebut, dan semua perangkat itu telah dimusnahkan.
Masyarakat telah diimbau untuk melaporkan setiap barang-barang mencurigakan atau perilaku yang mencurigakan.
(Ari Wibowo/goeh)
-
OTOTEK15/02/2026 19:30 WIBPunya Jarak Tempuh 515 Km, Toyota Luncurkan EV Highlander 2027
-
JABODETABEK15/02/2026 16:30 WIBJangan Sampai Ketinggalan, Mudik Gratis DKI Dibuka 22 Februari 2026
-
DUNIA15/02/2026 15:00 WIBTrump: Gulingkan Khamenei Adalah Hal Terbaik bagi Dunia
-
NUSANTARA15/02/2026 21:30 WIBFasilitas Kesehatan Siap Layani ASN di Ibukota Baru Indonesia
-
NUSANTARA15/02/2026 18:30 WIBKematian Pelajar SMP di Kawasan Kampung Gajah Terus Diselidiki Polisi
-
NASIONAL15/02/2026 20:30 WIBPrabowo Susun Strategi Perundingan Ekonomi RI-AS di Hambalang
-
RAGAM15/02/2026 21:00 WIBMengajarkan Puasa pada Anak Jadi Bingkai Kepentingan Terbaik
-
DUNIA15/02/2026 19:00 WIBJerman dan Finlandia Didesak Akui Negara Palestina

















