DUNIA
Presiden Iran Bantah Klaim Trump soal Perpecahan Internal
AKTUALITAS.ID – Presiden Iran Masoud Pezeshkian membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut para pemimpin Iran tengah terpecah menjadi beberapa kubu.
Trump sebelumnya mengklaim bahwa Iran mengalami konflik internal antara kelompok garis keras dan moderat terkait sikap mereka terhadap Amerika Serikat.
Namun, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tetap solid dan bersatu dalam menghadapi tekanan dari AS.
“Tidak ada garis keras dan moderat di Iran. Kami adalah rakyat Iran dan para revolusioner,” tulis Pezeshkian melalui akun X miliknya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh elemen negara tetap berada di bawah kepemimpinan Pemimpin Tertinggi Iran dan memiliki tujuan yang sama.
“Satu Tuhan, satu bangsa, satu pemimpin, satu tujuan: kemenangan untuk Iran, lebih berharga daripada hidup,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut kemudian diunggah ulang oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf sebagai bentuk dukungan terhadap sikap pemerintah Iran.
Sebelumnya, Trump menyebut Iran tengah mengalami situasi internal yang kacau akibat perpecahan para pemimpinnya.
“Iran menghadapi masa sangat sulit untuk mengetahui siapa pemimpin sebenarnya. Mereka tidak tahu,” tulis Trump di platform Truth Social.
Trump juga mengklaim terdapat dua hingga empat kelompok di dalam pemerintahan Iran yang saling bertentangan dan sulit diajak bernegosiasi.
“Ada dua hingga tiga kelompok, mungkin empat, dan kepemimpinannya sangat tidak terkoordinasi,” ujar Trump.
Di tengah perang pernyataan tersebut, sempat muncul rumor mengenai ketegangan internal antara Pezeshkian, Ghalibaf, dan komandan tertinggi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Ahmad Vahidi.
Media Iran International melaporkan bahwa Pezeshkian disebut mengancam akan memecat Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi karena dinilai lebih mengikuti arahan Vahidi.
Laporan itu juga menyebut Araghchi diduga tidak memberikan perkembangan terbaru kepada Pezeshkian dalam dua pekan terakhir dan lebih banyak berkoordinasi dengan Vahidi.
Meski demikian, pemerintah Iran hingga kini tetap menegaskan bahwa negara tersebut berada dalam kondisi solid dan tidak mengalami perpecahan seperti yang diklaim Trump. (Mun)
-
NASIONAL06/05/2026 13:00 WIBDPR Pertanyakan Legalitas TNI di Pembekalan LPDP
-
POLITIK06/05/2026 14:00 WIBPSI Tolak Bantu Grace Natalie di Kasus JK
-
JABODETABEK06/05/2026 15:00 WIBPolisi Gerebek Pengedar Tramadol-Hexymer di Cikarang Barat
-
JABODETABEK06/05/2026 14:30 WIBKecelakaan Tunggal di Jalur Busway Renggut Nyawa Pemotor
-
DUNIA06/05/2026 15:00 WIBTrump Setop Operasi Hormuz Usai Iran Ancam Serangan Besar
-
PAPUA TENGAH06/05/2026 18:30 WIBFreeport dan UNCEN Luncurkan Inisiatif ‘Eksekutif Mengajar’
-
RAGAM06/05/2026 18:00 WIBSambut Waisak, 50 Bikkhu Akan Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur
-
JABODETABEK06/05/2026 13:30 WIBTawuran Antarwarga Cipinang Berakhir Tragis

















