Connect with us

DUNIA

Trump Setop Operasi Hormuz Usai Iran Ancam Serangan Besar

Aktualitas.id -

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Foto: akutalitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan mengumumkan penghentian sementara operasi militer “Project Freedom” di Selat Hormuz. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan setelah Iran meluncurkan serangan balasan ke kapal perang AS dan fasilitas minyak di Timur Tengah.

Dalam pengumumannya, Trump mengklaim bahwa penarikan pasukan pengawal kapal ini dilakukan atas permintaan Pakistan dan adanya kemajuan dalam negosiasi dengan perwakilan Iran. Meski demikian, Trump menegaskan bahwa blokade laut terhadap Iran tetap berlaku penuh.

“Project Freedom akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat untuk melihat apakah Perjanjian Lengkap dan Final dapat diselesaikan,” tulis Trump melalui pernyataan resminya, Rabu (6/5/2026).

Keputusan ini muncul hanya berselang dua hari setelah militer AS mulai mengawal kapal-kapal dagang di wilayah tersebut. Iran merespons langkah AS sebagai pelanggaran gencatan senjata dan langsung melancarkan serangan terhadap kapal perang AS serta kapal dagang Korea Selatan pada Senin lalu.

Kebakaran hebat di kilang minyak Uni Emirat Arab (UEA) juga dilaporkan terjadi hampir bersamaan dengan serangan tersebut, menambah kekacauan di jalur perdagangan energi dunia.

Pihak Teheran melalui tokoh senior Mohsen Rezaee memberikan peringatan keras kepada Washington. Mantan komandan Garda Revolusi Iran itu mengejek para pemimpin AS dan mengingatkan mereka pada kegagalan memalukan Operasi Eagle Claw (Cakar Elang) di Tabas pada tahun 1980.

“Yang menunggu pasukan AS bukanlah Normandia atau Sisilia, mereka akan lebih mirip Tabas. Jangan terjebak dalam ilusi,” tulis Rezaee di platform X.

Referensi “Tabas” merujuk pada operasi penyelamatan sandera AS yang berakhir tragis dengan jatuhnya pesawat dan tewasnya delapan tentara Amerika di padang pasir Iran, sebuah memori kelam bagi militer Amerika Serikat.

Dunia kini menanti, apakah penghentian sementara ini benar-benar demi perjanjian damai, ataukah Amerika Serikat tengah mengatur ulang strategi menghadapi potensi perang besar di Teluk Persia. (Mun)

TRENDING