Connect with us

PAPUA TENGAH

Freeport dan UNCEN Luncurkan Inisiatif ‘Eksekutif Mengajar’

Aktualitas.id -

Rektor UNCEN (delapan dari kiri) Prof. Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, SE, M.Sc., agr., berfoto bersama narasumber eksekutif PTFI, dan seluruh mahasiswa lintas fakultas UNCEN dalam momentum kick-off Program Eksekutif Mengajar sebagai wujud nyata sinergi pendidikan untuk Papua. (Dok. PTFI).

AKTUALITAS.ID – Dalam langkah strategis untuk memangkas kesenjangan antara teori akademik dan realitas industri, PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Universitas Cenderawasih (UNCEN) resmi meluncurkan program “Eksekutif Mengajar”.

Inisiatif ini dirancang sebagai katalisator untuk mencetak sumber daya manusia di Papua yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dalam ekosistem industri global yang kian kompetitif.

Rektor Universitas Cenderawasih, Prof. Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, menegaskan bahwa kehadiran langsung para praktisi industri di ruang kelas merupakan sebuah perubahan paradigma dalam pendidikan tinggi di wilayah tersebut.

Baginya, program ini merupakan jendela transparan bagi mahasiswa untuk membedah kompleksitas industri pertambangan skala dunia.

“Dengan pembelajaran kontekstual ini, mahasiswa siap menghadapi dinamika dunia kerja yang sesungguhnya,” kata Oswald dalam pidatonya saat menutup kegiatan Eksekutif Mengajar, di Auditorium Gedung Pusat Sains dan Kemitraan UNCEN-PTFI, 29 April 2026, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi yang diterima pada Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan bahwa antusiasme mahasiswa dalam berdialektika mencerminkan dahaga intelektual akan praktik nyata di lapangan.

Diskusi mendalam dimulai oleh Vice President Mining Safety Division PTFI, Eman Widijanto, yang membedah arsitektur tata kelola risiko dalam operasional tambang bawah tanah yang kompleks.

Ia menekankan bahwa integrasi nilai-nilai inti perusahaan—keselamatan, integritas, komitmen, rasa hormat, dan keunggulan—adalah fondasi mutlak yang tidak dapat ditawar dalam menjaga standar operasional tertinggi.

Navigasi atas isu keberlanjutan dan kesetaraan gender menjadi sorotan pada sesi berikutnya. Vice President Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati, memaparkan bagaimana komunikasi transparan menjadi instrumen krusial dalam membangun kepercayaan publik serta mempromosikan inklusivitas, khususnya peran krusial kepemimpinan perempuan di sektor yang secara tradisional didominasi laki-laki.

“Komunikasi harus dilakukan secara jelas dan transparan, karena pesan yang disampaikan harus dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh pemangku kepentingan yang akhirnya akan membangun kepercayaan,” tegas Katri.

Program ini menandai babak baru kemitraan strategis yang telah dibangun secara konsisten, menyusul peresmian Gedung Pusat Sains dan Kemitraan pada akhir 2025 serta formalisasi kerja sama pada Maret 2026.

Direncanakan berlangsung empat kali setahun, sesi perdana ini berhasil menarik perhatian 220 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari teknik hingga kesehatan masyarakat, yang kini mulai melihat masa depan mereka dalam lanskap industri ekstraktif.

Dampak emosional dan inspiratif dari program ini dirasakan langsung oleh para peserta. “Mendengar langsung pengalaman para eksekutif Freeport membuat kami sadar bahwa peluang untuk anak muda Papua di industri ini sangat luas. Materi tentang kepemimpinan perempuan tadi sangat menginspirasi saya bahwa gender bukan batasan untuk bisa memimpin di sektor teknis seperti pertambangan,” ungkap Merince Kogoya, mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis.

Sejalan dengan itu, Wakil Rektor II UNCEN, Dr. Ferdinan Risamasu, menilai kolaborasi ini sebagai jembatan penting untuk menyelaraskan kurikulum universitas dengan kebutuhan digitalisasi tambang dan etika profesional masa kini.

Penutupan sesi diwarnai dengan pesan kuat bagi generasi muda Papua untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor utama dalam pengelolaan sumber daya alam mereka.

“Semangat ini kami harap dapat menjadi motor penggerak bagi kalian sebagai generasi muda Papua untuk mengambil peran aktif mengelola sumber daya alam Papua dengan standar global yang berkelanjutan,” pungkas Eman Widijanto.

(Ahmad)

TRENDING