DUNIA
Awas!, Risiko Provokasi Dalam Konflik Iran
AKTUALITAS.ID – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, mengingatkan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik di sekitar Iran harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan provokasi oleh pihak tertentu yang berupaya menggagalkan penyelesaian damai.
“Dengan mempertimbangkan ketegangan yang masih berlangsung di kawasan, bahkan tindakan yang bersifat terisolasi dapat memicu kembali konfrontasi bersenjata berskala besar,” kata Zakharova dalam komentar yang dipublikasikan di situs kementerian tersebut, Selasa (5/5/2026).
“Oleh karena itu, penting untuk tetap waspada terhadap kemungkinan provokasi oleh pihak-pihak yang berupaya merusak upaya perdamaian dan menghambat stabilisasi secara keseluruhan,” katanya menambahkan.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran, dengan agresi tersebut mengakibatkan lebih dari 3.000 korban jiwa.
Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 8 April. Perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa terobosan.
Belum ada laporan mengenai dimulainya kembali permusuhan, namun Amerika Serikat telah memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Para mediator saat ini tengah berupaya mengatur putaran baru perundingan.
(Purnomo/goeh)
-
POLITIK06/08/2026 17:00 WIBMardani Nilai Oposisi dan Koalisi Sama-Sama Terhormat
-
RIAU06/08/2026 18:15 WIBMerawat Pesisir di Rupat, Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Bantu Nelayan dan Tanam 1.000 Mangrove
-
EKBIS06/08/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Tembus Rp2,679 Juta per Gram
-
NASIONAL06/08/2026 11:00 WIBKPK: Raja Juli Diduga Terima Sin$14.000 dari Bupati Kuansing
-
NUSANTARA06/08/2026 13:30 WIBOknum Polisi Bunuh Lansia Usai Pinjaman Rp50 Juta Ditolak
-
NASIONAL06/08/2026 14:00 WIBSETARA Desak Prabowo Copot Kasus Febrie dari Kejagung
-
NUSANTARA06/08/2026 12:30 WIBDua Pendaki Tewas di Tebing Curam Gunung Piramid
-
POLITIK06/08/2026 16:00 WIBPengamat Politik: Pilpres 2029 Diprediksi Dikuasai Kepala Daerah

















