Connect with us

DUNIA

Harga BBM Iran Bisa Tembus Rp11 Ribu

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Perekonomian Iran berada di ambang jurang. Terjepit sanksi finansial Amerika Serikat (AS), blokade ekonomi, hingga bayang-bayang konflik militer, Pemerintah Iran kini mengkaji langkah drastis: menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) demi menambal defisit subsidi energi yang kian membengkak.

Kondisi ini dipicu oleh keterpurukan mata uang rial yang menyentuh rekor terendah mencapai 2 juta rial per dolar AS di pasar bebas serta proyeksi IMF yang mencatat kontraksi PDB Iran sebesar 5,4% pada 2026.

Kesenjangan Harga BBM Iran

Biaya Produksi Kilang: Rp 16.724 / liter (~1,3 juta rial)

Harga Bersubsidi Saat Ini: Rp 192 / liter (15.000 rial)

Estimasi Harga Pasca-Liberalisasi: Rp 11.218 / liter (~872.000 rial)

BACA JUGA  Ingin Hadiri Pertemuan PBB, AS Tolak Visa Menlu Iran

Demi menekan jurang subsidi yang absurd ini, pemerintah mengkaji tiga skenario utama: membatasi stok harian di SPBU, membagikan kuota 30 liter/bulan per warga untuk diperjualbelikan, atau memberlakukan liberalisasi harga secara bertahap mendekati angka keekonomian.

Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad-Reza Aref, mengisyaratkan bahwa skenario penyesuaian harga secara bertahap menjadi opsi terkuat. Nantinya, dana hasil penghematan subsidi akan dialokasikan langsung kepada masyarakat rentan. Namun, sinyal penyesuaian harga ini menyulut kepanikan warga Teheran yang sudah lebih dulu tercekik inflasi tahunan sebesar 88%, di mana inflasi sektor pangan bahkan menembus angka 128%.

Langkah ini menjadi pertaruhan politik yang sangat berisiko bagi Presiden Masoud Pezeshkian. Di satu sisi, negara kehabisan napas untuk menanggung subsidi BBM murah di tengah ancaman sanksi baru dari AS. Di sisi lain, menaikkan harga BBM berpotensi memicu ledakan amarah rakyat yang gajinya tak lagi sanggup mengejar lonjakan harga kebutuhan pokok. (Mun)

BACA JUGA  Iran Usir Sejumlah Atase Militer Eropa

TRENDING