DUNIA
AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Venezuela
AKTUALITAS.ID – Departemen Keuangan AS melalui Kantor Pengawasan Aset Asing atau Office of Foreign Assets Control (OFAC) menjatuhkan sanksi terhadap empat perusahaan yang beroperasi di sektor minyak Venezuela serta menetapkan empat kapal tanker minyak terkait sebagai aset yang diblokir.
Amerika Serikat pada Rabu (31/12/2025) mengumumkan sanksi baru terhadap sektor minyak Venezuela guna meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.
Menurut pernyataan Departemen Keuangan, kapal-kapal tersebut dinilai terus menyediakan sumber daya keuangan yang mendukung apa yang disebut kementerian itu sebagai illegitimate narco-terrorist regime alias rezim narkoteroris tidak sah pimpinan Maduro.
Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa pemerintah Maduro semakin bergantung pada apa yang disebut sebagai armada bayangan dari kapal-kapal di berbagai belahan dunia untuk memfasilitasi aktivitas yang dapat dikenai sanksi.
“Presiden Trump telah menegaskan dengan jelas bahwa kami tidak akan membiarkan rezim Maduro yang tidak sah memperoleh keuntungan dari ekspor minyak sambil membanjiri Amerika Serikat dengan narkoba mematikan,” kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
Ia menambahkan bahwa Departemen Keuangan akan terus menjalankan kampanye tekanan terhadap pemerintahan Maduro sebagaimana dicanangkan Presiden Trump.
(Yan Kusuma/goeh)
-
RIAU10/05/2026 10:15 WIBRiau Bhayangkara Run 2026 Dipastikan Kembali Digelar, Polda Riau Siapkan Event Lari Terbesar di Sumatera
-
DUNIA10/05/2026 08:00 WIBMarkas Intelijen Iran Jadi Sasaran Serangan AS
-
OLAHRAGA10/05/2026 16:00 WIBUsai Insiden di Spa-Francorchamps, Sean Gelael Finis P14
-
NASIONAL10/05/2026 11:00 WIBAmien Rais Dinilai Siap Tanggung Semua Risiko
-
OTOTEK10/05/2026 17:30 WIBALVA Studio Indy Bintaro Fasilitas Motor Listrik Terpadu
-
EKBIS10/05/2026 11:30 WIBEmas Antam Tak Bergerak Seinci Pun Hari Ini
-
NASIONAL10/05/2026 13:00 WIBRektor IPB Tegaskan Kampus Tak Kelola SPPG Program MBG
-
NASIONAL10/05/2026 09:00 WIBAfifuddin Ingin SDM KPU Lebih Modern dan Terbuka