DUNIA
Trump Minta Perusahaan AS Menguasai Ladang Minyak Venezuela Setelah Penangkapan Maduro
AKTUALITAS.ID – Presiden Donald Trump menyatakan rencana untuk mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat guna membangun kembali industri energi Venezuela setelah operasi militer AS yang menangkap Presiden Nicolás Maduro. Pernyataan itu menegaskan ambisi Washington untuk memulihkan produksi minyak di negara yang memiliki salah satu cadangan terbesar di dunia.
Trump mengatakan pihaknya akan mengerahkan perusahaan minyak AS terbesar untuk menginvestasikan miliaran dolar memperbaiki infrastruktur yang rusak dan memulai kembali produksi demi menghasilkan pendapatan bagi negara tersebut. Pernyataan ini muncul di tengah dinamika politik yang masih sangat cair pasca-penangkapan Maduro.
Namun para pengamat energi memperingatkan bahwa rencana tersebut menghadapi hambatan besar. Kerusakan infrastruktur yang parah, jenis minyak mentah Venezuela yang sangat kental, serta ketidakpastian politik menjadi faktor utama yang membuat investasi besar berisiko tinggi. Biaya pengolahan dan rekonstruksi fasilitas diperkirakan sangat tinggi, sementara harga minyak global belum tentu menjamin pengembalian investasi dalam waktu singkat.
Peneliti senior di Center for Strategic and International Studies (CSIS), Clayton Seigle, memperingatkan bahwa situasi politik pasca-penangkapan masih menyisakan banyak pertanyaan. Pada hari yang sama dengan penangkapan Maduro, Mahkamah Agung Venezuela melantik Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara, langkah yang menambah ketidakpastian politik dan menjadi pertimbangan utama bagi perusahaan yang mempertimbangkan masuk ke Venezuela, menurut Seigle yang dikutip media internasional.
Selain tantangan politik dan teknis, dominasi Chevron di Venezuela menjadi hambatan bagi pendatang baru. Chevron merupakan satu-satunya perusahaan minyak AS yang masih beroperasi di Venezuela berkat pengecualian sanksi, dan sekitar seperempat produksi minyak yang dihasilkan Chevron diekspor ke AS. Michael Klare, peneliti senior di American Arms Association, menilai jejak operasional Chevron sulit ditandingi dan menegaskan bahwa perusahaan baru membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun kapasitas serupa.
Sumber resmi menyebutkan pasukan khusus AS menangkap Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, atas tuduhan konspirasi narko-terorisme. Trump menyatakan AS akan mengelola negara tersebut sementara sampai terbentuk kepemimpinan yang dianggap aman, pernyataan yang menimbulkan reaksi luas di komunitas internasional dan pasar energi.
Pakar energi menekankan bahwa sebelum perusahaan asing masuk, diperlukan kepastian hukum, stabilitas politik, dan audit menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur serta cadangan. Tanpa jaminan tersebut, investasi besar berisiko gagal dan dapat memperpanjang periode ketidakstabilan di sektor energi Venezuela. (Mun)
-
POLITIK07/01/2026 15:00 WIBSurvei LSI Denny JA: 67,1% Pendukung Prabowo Tolak Keras Pilkada Lewat DPRD
-
POLITIK07/01/2026 07:00 WIBKemarin Menolak Keras, Kini Demokrat Berbalik Dukung Pilkada Lewat DPRD
-
FOTO07/01/2026 17:58 WIBFOTO: Survei LSI Denny JA: Mayoritas Publik Tolak Pilkada DPR
-
NUSANTARA07/01/2026 06:30 WIBBNPB Laporkan 16 Meninggal Akibat Banjir Bandang di Kepulauan Sitaro
-
POLITIK07/01/2026 10:00 WIBWaka DPR Minta Masyarakat Tempuh Uji Materi KUHP ke MK
-
POLITIK07/01/2026 09:00 WIBEddy Soeparno: Parpol Harus Dialog Cari Titik Temu Soal Sistem Pilkada
-
EKBIS07/01/2026 09:30 WIBIHSG Hari Ini Cetak Rekor Tertinggi Baru ke Level 8.958
-
POLITIK07/01/2026 13:00 WIBPengamat: Demokrat Berisiko Menghancurkan Warisan SBY Jika Dukung Pilkada via DPRD

















