DUNIA
Norwegia Resmi Tolak Bergabung dengan Dewan Perdamaian Bentukan Donald Trump
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Norwegia secara resmi mengumumkan penolakannya untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian (Peace Council), sebuah badan internasional baru yang diprakarsai oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Langkah ini diambil setelah Oslo menilai adanya sejumlah keraguan dalam proposal yang diajukan oleh Washington.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Norwegia, Kristoffer Thoner, pada Rabu (21/1/2026). Penolakan ini menandakan sikap tegas Norwegia untuk tidak menghadiri seremoni penandatanganan piagam dewan tersebut yang dijadwalkan berlangsung di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss.
Menlu Thoner menjelaskan bahwa proposal pembentukan Dewan Perdamaian yang dikirimkan pemerintah AS menimbulkan banyak pertanyaan fundamental. Meskipun Norwegia tetap berkomitmen menjalin kerja sama erat dengan AS, mereka merasa perlu adanya dialog lebih mendalam sebelum menyetujui pengaturan baru tersebut.
“Proposal Amerika menimbulkan sejumlah pertanyaan. Oleh karena itu, Norwegia tidak akan bergabung dengan pengaturan yang diusulkan dan tidak akan menghadiri seremoni penandatanganan di Davos,” tegas Thoner dalam pernyataan resminya.
Berdasarkan draf piagam yang dikirimkan ke sekitar 60 negara, Dewan Perdamaian ini memiliki ambisi besar untuk mengakhiri konflik global, tidak terbatas pada pembangunan kembali Jalur Gaza pasca-perang. Namun, poin yang menjadi sorotan dunia internasional adalah syarat finansial yang diajukan Trump.
Dalam draf tersebut, negara anggota diminta memberikan kontribusi sebesar US$ 1 miliar (sekitar Rp16,9 triliun) untuk mendapatkan status keanggotaan permanen. Dewan ini nantinya akan dipimpin langsung oleh Donald Trump, yang juga bertindak sebagai perwakilan resmi Amerika Serikat.
Langkah Norwegia ini mengikuti jejak Prancis yang sebelumnya juga mengindikasikan tidak akan bergabung. Para diplomat asing menilai bahwa inisiatif Dewan Perdamaian versi Trump ini berpotensi tumpang tindih dan membahayakan kinerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menjaga keamanan dunia.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi salah satu pemimpin dunia yang telah menyatakan setuju untuk bergabung dalam dewan tersebut.
Penolakan Norwegia ini juga terjadi di tengah ketegangan kecil setelah Trump sempat menyatakan kekecewaannya terhadap PM Jonas Gahr Store terkait isu Nobel Perdamaian. Namun, PM Store menegaskan bahwa Komite Nobel bersifat independen dan tidak dapat diintervensi oleh pemerintah Oslo. (Mun)
-
RAGAM27/10/2026 23:00 WIBIndonesia Berada di Pertemuan Empat Lempeng Tektonik Aktif
-
NASIONAL27/10/2026 07:00 WIBYusril Sebut Definisi Korupsi Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Saat Ini
-
POLITIK27/10/2026 17:00 WIBDoli Khawatir Seleksi KPU Pakai Aturan Kedaluwarsa
-
RAGAM27/10/2026 19:30 WIBGrace Debbie Kandou Masuk Bursa Rektor Unsrat 2026–2030, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
-
JABODETABEK27/10/2026 22:00 WIBPeluru Nyasar Bikin Geger Showroom Mobil Jakarta Timur
-
JABODETABEK27/10/2026 07:30 WIBSuporter Bola 16 Tahun Tewas Dibacok di Sukaraja Bogor
-
JABODETABEK27/10/2026 17:30 WIBWarga Ngotot Ancol Gratis, DPRD Beri Syarat Khusus Lewat Jalur CSR
-
RIAU27/10/2026 18:30 WIBDPRD Pelalawan Setujui APBD-P Rp1,663 Triliun, Kepentingan Rakyat Diutamakan

















