DUNIA
Serangan Udara Pakistan di Afghanistan Tewaskan Puluhan Warga Sipil
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di wilayah perbatasan Asia Selatan kembali memuncak setelah militer Pakistan meluncurkan serangkaian serangan udara lintas batas ke wilayah timur Afghanistan, Minggu (22/2/2026). Insiden tragis di awal bulan suci Ramadan ini dilaporkan menewaskan puluhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Kementerian Pertahanan Afghanistan mengecam keras aksi tersebut dan menyebut serangan Pakistan menghantam area pemukiman warga, bukan kamp militer sebagaimana yang diklaim oleh Islamabad.
Pemerintah Pakistan menyatakan bahwa operasi udara berbasis intelijen tersebut menyasar tujuh lokasi di sepanjang perbatasan yang diduga menjadi kamp pelatihan kelompok Taliban Pakistan (TTP) dan afiliasi ISIS. Serangan ini disebut sebagai tindakan balasan atas ledakan bom bunuh diri di sebuah masjid di Islamabad dua pekan lalu yang menewaskan 40 orang.
Islamabad menuding otoritas Taliban di Afghanistan sengaja membiarkan kelompok militan menggunakan wilayah mereka untuk menyerang Pakistan. “Kami sudah berulang kali memperingatkan, namun tidak ada tindakan nyata dari pihak Kabul,” tulis pernyataan resmi otoritas Pakistan.
Fakta di lapangan menunjukkan dampak yang memilukan. Di Provinsi Nangarhar dan Paktika, serangan justru menghantam madrasah dan rumah penduduk. Juru bicara kepolisian Nangarhar, Sayed Tayeeb Hammad, mengungkapkan sebuah rumah berisi 23 anggota keluarga luluh lantak; hanya lima orang yang ditemukan selamat dalam kondisi luka-luka.
Koresponden di lokasi melaporkan warga di Distrik Bihsud terpaksa menggunakan sekop dan alat berat seadanya untuk menggali reruntuhan guna mencari jenazah kerabat mereka yang tertimbun akibat pengeboman tengah malam tersebut.
Sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021, hubungan kedua negara terus merosot. Meski Arab Saudi, Qatar, dan Turki sempat melakukan upaya mediasi, kesepakatan damai jangka panjang belum juga tercapai.
Konflik ini tidak hanya memakan korban jiwa, tetapi juga melumpuhkan ekonomi kawasan akibat penutupan perbatasan darat selama berbulan-bulan. Pemerintah Afghanistan menyatakan serangan ini merupakan pelanggaran kedaulatan yang serius dan berjanji akan memberikan “respons yang tepat dan terukur” dalam waktu dekat.
Dunia internasional kini menyoroti potensi perang terbuka di perbatasan tersebut, terutama di tengah krisis kemanusiaan yang sedang melanda Afghanistan. (Mun)
-
JABODETABEK22/02/2026 14:30 WIBPencuri Kambing di Bogor: Dijagal di Tempat dan Sisakan Jeroan
-
NASIONAL22/02/2026 14:00 WIBKemenag Pastikan Dana Zakat Tidak Digunakan untuk Makan Bergizi Gratis
-
NUSANTARA22/02/2026 16:30 WIBPembatasan Angkutan Barang di Merak Mulai Diterapkan
-
EKBIS22/02/2026 18:30 WIBMeski Terdampak Bencana, Kulit Manis Asal Agam Tembus Pasar Eropa
-
OTOTEK22/02/2026 18:00 WIBKecelakaan Terkait Autopilot, Tesla Ditetapkan Harus Bertanggung Jawab
-
NUSANTARA22/02/2026 17:27 WIBSatgas ODC 2026 Tangkap 28 Orang di Yahukimo, 9 Ditetapkan Tersangka
-
RAGAM22/02/2026 19:00 WIBMemilih Ta’jil yang Aman Selama Ramadhan
-
OLAHRAGA22/02/2026 20:00 WIBRonaldo: Saya Ingin Terus Main di Arab Saudi

















