DUNIA
Israel Waspada Serangan Besar Iran dan Hizbullah
AKTUALITAS.ID – Israel dilaporkan tengah bersiap menghadapi potensi serangan besar-besaran dari Iran dan kelompok sekutunya, Hezbollah di Lebanon. Pihak militer Israel bahkan memperingatkan warganya untuk bersiap menghadapi “hari-hari sulit” dalam waktu dekat.
Menurut laporan jaringan berita CNN, seorang pejabat Israel menyebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sedang mengumpulkan pejabat tinggi politik dan keamanan guna membahas perkembangan situasi keamanan yang memanas tersebut.
Laporan ini muncul di tengah rumor yang beredar luas di media sosial mengenai kemungkinan serangan besar terhadap Israel pada malam hari.
Sementara itu, pejabat militer dari Israel Defense Forces (IDF) menyatakan bahwa ancaman serangan rudal dari Iran dan Hizbullah dapat memicu kondisi keamanan yang berat bagi masyarakat Israel.
Kepala Komando Front Dalam Negeri IDF, Mayor Jenderal Shai Klapper, mengatakan masyarakat harus bersiap menghadapi situasi yang penuh tantangan.
“Hari-hari penuh cobaan yang sulit ada di depan kita,” kata Klapper dalam pernyataan pers di wilayah utara Israel.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah Israel memberlakukan sejumlah pembatasan nasional. Kegiatan pendidikan untuk sementara dihentikan, sementara pertemuan publik dibatasi maksimal 50 orang, dengan syarat lokasi memiliki akses cepat ke tempat perlindungan.
Selain itu, aktivitas perkantoran masih diperbolehkan berjalan dengan ketentuan keamanan yang sama.
Pembatasan ini diperkirakan akan berlaku setidaknya hingga akhir pekan, sebelum dilakukan evaluasi ulang oleh Komando Front Dalam Negeri Israel.
Di sisi lain, media regional Al Mayadeen melaporkan bahwa Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran telah meluncurkan gelombang serangan terbaru dalam operasi yang mereka sebut “True Promise 4”.
Menurut pernyataan IRGC, operasi tersebut melibatkan serangan terhadap posisi militer Amerika Serikat di kawasan Teluk menggunakan berbagai rudal balistik, termasuk Qadr, Khorramshahr, dan Emad.
IRGC mengklaim operasi tersebut juga dilakukan sebagai respons atas agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap kepentingan Iran.
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah saat ini semakin tegang, terlebih setelah serangkaian serangan rudal dan drone yang dilaporkan terjadi selama lebih dari 10 hari terakhir.
Di tengah eskalasi konflik, Iran juga menegaskan bahwa jalur strategis Selat Hormuz masih berada di bawah pengawasan angkatan lautnya. IRGC memperingatkan bahwa pihak yang dianggap sebagai agresor tidak memiliki hak untuk melintas di jalur laut vital tersebut.
Ketegangan antara Israel, Iran, dan kelompok sekutunya diperkirakan masih akan terus meningkat, memicu kekhawatiran dunia terhadap potensi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. (Bowo/Mun)
-
NASIONAL04/05/2026 14:00 WIBDKPP Bagi-Bagi Rp45 Juta Lewat Lomba Jurnalistik dan Video Terbaru
-
EKBIS04/05/2026 09:30 WIBIHSG Melonjak Tajam di Awal Perdagangan
-
NASIONAL04/05/2026 13:00 WIBLPDP Tegaskan: Pembekalan Bareng TNI Sudah Ada Sejak Angkatan Lama
-
POLITIK04/05/2026 10:00 WIBPDIP Siapkan Formula Baru Parliamentary Threshold
-
NASIONAL04/05/2026 11:00 WIBWaka MPR: Prabowo Jamin Kesejahteraan Buruh
-
FOTO04/05/2026 16:24 WIBFOTO: Eks Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto Divonis 4,5 Tahun Penjara
-
RIAU04/05/2026 15:30 WIBBerkunjung ke Mapolda Riau, Menteri Lingkungan Hidup Dorong Replikasi Green Policing Secara Nasional
-
RAGAM04/05/2026 12:30 WIBBMKG: 14 Zona Megathrust Kepung Indonesia

















