Connect with us

DUNIA

Serangan Israel di Gaza Tengah Tewaskan Belasan Orang

Aktualitas.id -

Warga Palestina mengusung jenazah Mohammed Qreiqeh, salah satu jurnalis Al Jazeera yang dibunuh Israel lewat serangan udara, dalam upacara pemakaman di Kota Gaza, Jalur Gaza, Senin (11/8/2025). (Sumber: Jehad Alshrafi/Associated Press)

AKTUALITAS.ID – Sedikitnya 13 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan udara yang dilancarkan militer Israel di wilayah Jalur Gaza pada Minggu (15/3/2026) waktu setempat. Korban tewas termasuk dua anak laki-laki, seorang ibu hamil, serta sembilan petugas polisi.

Menurut laporan Al Jazeera, serangan rudal pertama menghantam sebuah rumah di kamp pengungsi Nuseirat yang berada di Gaza bagian tengah.

Serangan tersebut menewaskan empat orang, yakni pasangan suami istri berusia sekitar 30 tahun, putra mereka yang berusia 10 tahun, serta seorang remaja tetangga berusia 15 tahun.

Informasi dari Rumah Sakit Al-Aqsa menyebutkan bahwa sang perempuan sedang mengandung anak kembar saat serangan terjadi.

Seorang warga setempat, Mahmoud al-Muhtaseb, mengatakan serangan datang secara tiba-tiba saat warga sedang tidur.

“Kami sedang tidur dan terbangun karena serangan rudal. Serangannya sangat kuat dan tidak ada peringatan sebelumnya,” ujarnya.

Serangan lainnya terjadi di kawasan Koridor Philadelphi di pintu masuk kota Az-Zawayda, Gaza tengah.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Gaza, serangan tersebut menghantam kendaraan polisi dan menewaskan sembilan petugas keamanan.

Salah satu korban tewas adalah pejabat senior kepolisian Gaza, Iyad Ab Yousef, yang berpangkat kolonel.

Selain korban jiwa, rumah sakit juga melaporkan sedikitnya 14 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Kementerian Dalam Negeri Gaza mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang menargetkan aparat keamanan yang sedang menjalankan tugas menjaga ketertiban selama bulan suci Ramadan.

Hingga saat ini, militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait dua serangan tersebut.

Insiden ini menjadi bagian dari rangkaian kekerasan yang masih terjadi di Gaza meskipun sebelumnya telah ada upaya gencatan senjata antara Hamas dan Israel.

Menurut pejabat kesehatan Gaza, lebih dari 650 warga Palestina dilaporkan tewas sejak 10 Oktober 2025 akibat berbagai serangan yang masih berlangsung di wilayah tersebut. (Mun)

TRENDING