DUNIA
Iran Ancam AS-Israel Jelang Pemakaman Khamenei
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat menjelang prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pemerintah Iran melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel agar tidak melakukan tindakan militer selama rangkaian upacara berlangsung.
Komandan Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, Ali Abdollahi, menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran telah bersiap memberikan respons apabila terjadi ancaman atau serangan terhadap wilayah negaranya.
“Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, khususnya AS dan rezim Zionis, untuk menghindari kesalahan perhitungan dan memikirkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman dan agresi terhadap negara kami,” kata Abdollahi, seperti dikutip Reuters, Kamis (2/7/2026).
Peringatan tersebut muncul ketika Iran tengah mempersiapkan prosesi penghormatan terakhir bagi Ayatollah Ali Khamenei. Menurut informasi yang diberikan, Khamenei dilaporkan tewas pada akhir Februari lalu dalam serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Klaim tersebut menjadi dasar narasi dalam pernyataan pejabat Iran.
Rangkaian pemakaman akan dimulai pada 4 Juli dengan prosesi penyemayaman jenazah di Masjid Agung Imam Khomeini. Ribuan hingga jutaan pelayat diperkirakan menghadiri penghormatan terakhir sebelum upacara berlanjut di Teheran pada 6 Juli.
Setelah itu, prosesi akan diteruskan di Qom pada 7 Juli, kemudian di kota-kota suci Najaf dan Karbala di Irak pada 8 Juli. Rangkaian acara dijadwalkan berakhir pada 9 Juli di kota suci Mashhad.
Di tengah proses tersebut, Iran dan Amerika Serikat diketahui masih berada dalam masa gencatan senjata serta melanjutkan upaya diplomatik untuk mencapai penyelesaian konflik secara permanen. Namun, peringatan keras dari Teheran menunjukkan bahwa situasi keamanan tetap berada dalam kondisi sensitif.
Pejabat Iran juga menyatakan sekitar 100 negara diperkirakan mengirimkan perwakilan dalam prosesi pemakaman, termasuk Pakistan dan Rusia, sehingga rangkaian acara diperkirakan menjadi salah satu pertemuan diplomatik terbesar yang berlangsung di Iran tahun ini.
(Mun)
-
RAGAM03/07/2026 13:30 WIBPengamat SDI: Indonesia Tak Akan Maju Tanpa Pendidikan dan Kesehatan Merata
-
POLITIK03/07/2026 16:30 WIBSaid Didu Sebut Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan
-
NASIONAL03/07/2026 16:00 WIBOTT Bupati Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana ke Kemenhut
-
POLITIK03/07/2026 11:00 WIBPuan Tegaskan DPR Hormati Putusan MK Soal Pilkada
-
NASIONAL03/07/2026 20:30 WIBPuan Minta Penunjukan Komisaris Berdasarkan Kompetensi
-
NUSANTARA03/07/2026 15:30 WIBDetik-Detik Pesawat PT AMA Dibakar KKB Usai Mendarat
-
POLITIK03/07/2026 19:30 WIBSyarat Capres-Cawapres Diusung Tiga Partai Dinilai akan Hambat Figur Potensial
-
POLITIK03/07/2026 19:00 WIBKomisi II DPR Usul Gaji Kepala Daerah Dinaikkan