DUNIA
Qatar Sebut Israel Biang Mandeknya Gencatan Senjata Gaza
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Qatar meminta komunitas internasional meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Israel, yang dinilai menghambat implementasi fase kedua perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, menyatakan Israel memiliki kewajiban untuk melaksanakan isi kesepakatan yang telah disepakati para pihak. Menurutnya, keterlambatan pelaksanaan fase berikutnya menjadi tanggung jawab Israel.
“Israel punya kewajiban yang harus dipenuhi berdasarkan perjanjian gencatan senjata,” ujar Al Ansari, seperti dikutip Times of Israel, Rabu (5/8/2026).
Ia menambahkan bahwa Hamas disebut telah memenuhi kewajibannya sesuai kesepakatan. Karena itu, Qatar meminta komunitas internasional mengambil langkah agar seluruh isi perjanjian dijalankan.
“Komunitas internasional harus menekan Israel untuk memenuhi kewajiban mereka,” katanya.
Al Ansari menjelaskan, negara-negara mediator masih terus melakukan upaya diplomatik untuk mempercepat pelaksanaan fase kedua gencatan senjata mengingat kondisi keamanan dan kemanusiaan di Gaza yang dinilai sangat mendesak.
Menurutnya, hambatan terhadap implementasi kesepakatan telah menjadi perhatian masyarakat internasional.
“Jelas bagi komunitas internasional siapa yang menghalangi pelaksanaan perjanjian itu. Tanggung jawab penuh terletak di pihak Israel,” tegasnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah Israel kembali melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Jalur Gaza di tengah kesepakatan gencatan senjata dan pembahasan mengenai pelucutan senjata Hamas. Menurut laporan yang dikutip Qatar, serangan dalam dua hari terakhir menyebabkan sedikitnya 26 orang dilaporkan tewas.
Qatar menilai operasi militer tersebut berpotensi mengganggu proses perdamaian yang tengah diupayakan para mediator.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan sikap pemerintahnya yang menolak gencatan senjata permanen maupun penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Media Israel Israel Hayom, mengutip sumber yang mengetahui pertemuan tersebut, melaporkan Netanyahu menyampaikan posisi itu saat bertemu perwakilan Dewan Perdamaian (Board of Peace), Nickolay Mladenov, pada Senin (3/8/2026).
“Israel tak akan mundur dari posisi yang dikuasainya di Gaza dan tidak akan gencatan,” demikian pernyataan Netanyahu sebagaimana dikutip Anadolu Agency.
Pernyataan dari kedua pihak menunjukkan bahwa perbedaan sikap terkait implementasi gencatan senjata masih menjadi tantangan utama dalam upaya mencapai penyelesaian konflik di Gaza. Hingga kini, proses negosiasi yang dimediasi sejumlah negara masih terus berlangsung di tengah situasi keamanan dan kemanusiaan yang tetap menjadi perhatian internasional. (Mun)
-
NASIONAL05/08/2026 11:00 WIBWaspadai Potensi Kericuhan, Aksi 50 Ribu Buruh Ditunda
-
NUSANTARA05/08/2026 19:30 WIBPolisi Tangkap Bos Kayu Asal Pekanbaru, Sita Dua Truk Bermuatan 12 Kubik Ilog
-
OTOTEK05/08/2026 13:30 WIBWhatsApp Kena Gelombang Suspend, Begini Cara Selamatkan Akun
-
JABODETABEK05/08/2026 15:30 WIBPrajurit TNI Diduga Aniaya Eks Polisi Hingga Tewas
-
JABODETABEK05/08/2026 16:30 WIBBMKG Ungkap Alasan Jakarta Tiba-Tiba Diguyur Hujan
-
NUSANTARA05/08/2026 14:30 WIBEl Nino Mengganas, BMKG Tetapkan 7 Provinsi Status Awas
-
EKBIS05/08/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Menguat ke 6.338
-
POLITIK05/08/2026 10:00 WIBPegiat Pemilu Minta MK Rombak Aturan Sengketa Pilpres