DUNIA
Kapal Induk AS Ditarik Usai Laporan Bunuh Diri
AKTUALITAS.ID – Pengerahan kekuatan militer Amerika Serikat di Timur Tengah memicu skandal internal yang memalu militer Pentagon. Kapal induk raksasa USS Abraham Lincoln terpaksa ditarik mundur dari zona konflik setelah kondisi di atas kapal memburuk tajam: logistik menipis, fasilitas sanitasi hancur, hingga gangguan kesehatan mental hebat yang memicu aksi percobaan bunuh diri di antara para prajurit.
Untuk menutupi kekosongan, militer AS meluncurkan USS George Washington guna menggantikan posisi Lincoln. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pengganti tersebut telah memasuki wilayah operasi sejak Kamis (20/8/2026). Namun, pengerahan mendadak ini justru membongkar tabir kelam di balik narasi kemenangan yang disuarakan Presiden Donald Trump.
Laporan mengejutkan dari Military Times dan Stars & Stripes mengungkapkan bahwasanya para prajurit AS di atas USS Abraham Lincoln hidup dalam kondisi yang mengenaskan. Berlayar lebih dari 240 hari tanpa henti dengan 200 hari di antaranya sama sekali tanpa menyentuh daratan membuat fisik dan psikologis para personel ambruk.
Tak hanya terisolasi, para awak dilaporkan harus bertahan hidup dengan pasokan makanan segar yang minim, sistem saluran air dan sanitasi kapal yang rusak parah, serta krisis air bersih.
Situs militer dan kesaksian keluarga prajurit membeberkan fakta mengerikan: sejumlah personel dilaporkan mengalami depresi berat hingga nekat mencoba melompat ke laut untuk mengakhiri hidup.
“Semoga perjalanan kalian lancar dan selamat menikmati reuni yang memang layak kalian dapatkan,” tulis Laksamana Brad Cooper, pimpinan CENTCOM, dalam artikel op-ed di The Wall Street Journal, menandai akhir dari pengerahan brutal tersebut.
Skandal ini langsung memicu gelombang kemarahan di Washington DC. Sebanyak 13 anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat dari Partai Demokrat melayangkan surat teguran keras kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Mereka menuntut pertanggungjawaban atas penderitaan para prajurit di tengah operasi blokade laut terhadap Iran yang kurang mendapat dukungan publik AS.
Kendati demikian, kubu Gedung Putih memilih membela diri. Menhan Pete Hegseth mengklaim laporan media hanyalah “gambaran yang keliru”, sementara Presiden Donald Trump justru secara kontroversial menepis kekhawatiran tersebut dan menyebut durasi penugasan ekstrim itu “masih jauh dari kata cukup lama.”
Penarikan USS Abraham Lincoln dan pemindahan USS George Washington dari Pasifik ke Timur Tengah kini menyisakan celah keamanan baru. Untuk pertama kalinya, wilayah Pasifik kosong dari kehadiran kapal induk AS sebuah kondisi yang dinilai para analis sebagai karpet merah bagi China untuk memperkuat dominasi geopolitiknya di kawasan tersebut. (Mun)
-
NASIONAL22/08/2026 11:00 WIBDPR Ultimatum Saudi Soal Dana Haji Rp66 Miliar
-
OASE22/08/2026 05:00 WIBAmalkan 4 Doa Penyelamat Gempa Ini Sebelum Tertimpa Reruntuhan
-
NASIONAL22/08/2026 09:00 WIBDaniel Johan: Karhutla Kalimantan Harus Jadi Bencana Nasional
-
NASIONAL22/08/2026 10:00 WIBBNN Ungkap Kapal Narkoba Berganti Nama Berkali-kali
-
POLITIK22/08/2026 06:00 WIBEddy Soeparno: Legislator Muda Didorong Ubah Wajah Parlemen
-
NASIONAL22/08/2026 13:00 WIBKaltim Membara, Hotspot Tembus 9.861
-
RAGAM22/08/2026 14:00 WIBMisteri Pacar Merah Indonesia
-
DUNIA22/08/2026 15:00 WIBMuslimah Anti-Israel Menang Kursi DPR AS