DUNIA
Pezeshkian: Iran Siap Akhiri Perang Saat Masih Kuat
AKTUALITAS.ID – Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara mengejutkan menyerukan penghentian perang yang telah membakar kawasan Timur Tengah selama berbulan-bulan. Di hadapan publik, Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran kini berada di atas angin dan inilah momen paling tepat bagi Amerika Serikat serta Israel untuk menyudahi angkat senjata.
“Lebih baik kita mengakhiri perang ini sekarang selagi kita berada dalam posisi yang kuat dan bermartabat, serta saat seluruh dunia mengakui kemenangan kita,” tegas Pezeshkian dalam pertemuannya dengan para dokter.
Pezeshkian melontarkan serangan verbal tajam dengan menuding militer AS telah melanggar seluruh hukum internasional secara brutal selama invasi berlangsung. Menurutnya, serangan AS yang menargetkan infrastruktur sipil seperti sekolah dan rumah sakit justru membuat Washington semakin diasingkan dan dibenci oleh publik global.
Pernyataan menohok Presiden Iran ini menyikapi langkah Kementerian Luar Negeri Iran yang baru saja melabeli tindakan Washington sebagai bentuk “terorisme ekonomi” dan “kejahatan terhadap kemanusiaan”. Label keras itu mencuat usai Menteri Keuangan AS Scott Bessent bersumpah akan meruntuhkan rezim Teheran lewat sanksi ekonomi berskala masif.
“Para pelaku dan pihak yang memicu sanksi ini patut diadili dan dihukum karena melakukan kejahatan keji semacam itu,” bunyi rilis resmi media pemerintah Iran.
Perang saraf semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi sekunder bagi negara mana pun yang nekat menjalin kerja sama ekonomi dengan Teheran. AS berupaya mengisolasi Iran secara total dari rantai pasok global.
Kendati demikian, gertakan Washington langsung membentur tembok tebal. Pemerintah China secara terbuka pasang badan dan mengecam strategi tekanan sepihak yang dilancarkan Negeri Paman Sam tersebut.
“Sanksi dan tekanan dari AS tidak akan menyelesaikan masalah ini. China menyerukan kepada semua pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah yang bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah ini melalui cara-cara politik dan diplomatik,” tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian. (Mun)
-
RIAU21/08/2026 19:30 WIBSemarak HUT RI ke-81, DJSC Bersama PERBAKIN Bengkalis Gelar Turnamen Menembak
-
NASIONAL22/08/2026 11:00 WIBDPR Ultimatum Saudi Soal Dana Haji Rp66 Miliar
-
NASIONAL21/08/2026 20:00 WIBKLH Terbitkan Instruksi Mendesak Karhutla
-
DUNIA22/08/2026 00:00 WIBFBI Tangkap Perempuan Diduga Mau Bom Capitol
-
OASE22/08/2026 05:00 WIBAmalkan 4 Doa Penyelamat Gempa Ini Sebelum Tertimpa Reruntuhan
-
NASIONAL21/08/2026 22:00 WIBKPK Panggil Stafsus Menhut Soal Amplop Kuansing
-
NASIONAL22/08/2026 09:00 WIBDaniel Johan: Karhutla Kalimantan Harus Jadi Bencana Nasional
-
DUNIA21/08/2026 21:00 WIBPM Malaysia Kecam Permukiman Ilegal Israel