Connect with us

DUNIA

Iran Diduga Incar Pangkalan AS di Jerman

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ketegangan konflik Timur Tengah berpotensi menjalar ke daratan Eropa. Dinas intelijen Iran dilaporkan tengah membidik sejumlah pangkalan militer raksasa milik Amerika Serikat di Jerman, termasuk Pangkalan Udara Ramstein dan Spangdahlem.

Ancaman operasi terselubung ini pertama kali dibongkar oleh media Jerman, WirtschaftsWoche, Kamis (8/10/2026), mengutip sejumlah pejabat intelijen Barat. Pangkalan-pangkalan tersebut diduga kuat masuk dalam radar Iran karena peran vitalnya dalam mendukung operasi logistik dan militer AS terkait konflik yang sedang memanas.

Sinyal bahaya ini ternyata bukan hal baru. Intelijen Israel dikabarkan telah membocorkan potensi serangan mengerikan ini kepada mitra mereka di AS dan Jerman sejak tiga minggu lalu.

BACA JUGA  Terkait Penembakan Wina, Polisi Jerman Geledah Rumah 4 Pria

Hingga berita ini diturunkan, Kedutaan Besar Iran dan Israel di Berlin, serta Kementerian Pertahanan Jerman, memilih bungkam dan menolak memberikan komentar terkait laporan intelijen tersebut.

Sementara itu, Juru bicara Komando Eropa AS (USEUCOM) enggan membeberkan rincian ancaman spesifik maupun langkah perlindungan pasukan yang sedang disiapkan.

“Tidaklah tepat untuk membahas masalah intelijen. Namun, Komando Eropa AS tetap waspada dan terus memantau situasi keamanan di seluruh wilayah Eropa,” tegas juru bicara USEUCOM.

Ancaman ini tampaknya bukan sekadar gertakan sambal. Sumber terpisah dari Reuters mengonfirmasi bahwa Jerman telah mendeteksi adanya lonjakan aktivitas Iran selama beberapa pekan terakhir.

Kepanikan akan ancaman Iran ini terbukti berdampak nyata. Pada Senin (5/10) lalu, AS terpaksa mengambil langkah taktis dengan menarik mundur pesawat pengebom B-1 milik mereka dari Pangkalan Udara RAF Fairford di Inggris, murni akibat eskalasi ancaman mematikan dari pihak Iran. Situasi keamanan pangkalan militer AS di seluruh Eropa kini berada dalam status siaga tinggi. (Mun)

BACA JUGA  Kanselir Jerman: Rezim Iran Berada di Ambang Kehancuran

TRENDING