Connect with us

DUNIA

Houthi Serang Istana Presiden Yaman

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Anggota pemberontak Houthi melakukan unjuk rasa menentang serangan AS dan Inggris di Sanaa, Yaman, pada Minggu, 14 Januari 2024. (AP)

AKTUALITAS.ID – Konflik bersenjata di Yaman membara ke titik paling berbahaya. Milisi Houthi secara brutal menghujani kompleks kantor kepresidenan Yaman di Al Maashiq, Aden, dalam sebuah serangan mematikan yang menewaskan sedikitnya lima orang pada Kamis (15/10/2026).

Menteri Kesehatan pemerintah Yaman mengonfirmasi bahwa selain lima korban jiwa, amukan rudal tersebut juga menyebabkan 16 orang lainnya mengalami luka-luka. Tragisnya, dua dari korban tewas diketahui merupakan pengawal pribadi perdana menteri. Kendati demikian, pihak berwenang memastikan bahwa perdana menteri beserta para pejabat tinggi lainnya selamat dan berada dalam kondisi aman.

Menteri Informasi Pemerintah Yaman, Moammar Al Eryani, membeberkan bahwa milisi Houthi secara membabi buta meluncurkan sedikitnya lima buah rudal langsung ke jantung istana kepresidenan Al Maashiq. Akibat gempuran telak ini, kepulan asap tebal tampak membumbung tinggi menyelimuti area sekitar istana.

Kontributor Al Jazeera, Yousef Mawry, melaporkan suara ledakan dahsyat terdengar menggelegar di sekitar area istana. Ia mencatat insiden ini sebagai babak baru yang sangat berbahaya karena untuk pertama kalinya Houthi secara terbuka menyerang langsung kantor pusat pemerintahan yang dilindungi oleh koalisi Saudi.

“Ini mengindikasikan eskalasi kian intensif di antara kedua pihak,” ujar Mawry, seraya menambahkan bahwa gelombang ketakutan kini meluas di seluruh penjuru Yaman.

Serangan ke Istana Aden ini merupakan puncak dari rentetan pertempuran sengit antara milisi Houthi melawan Koalisi Saudi yang membawahi pasukan resmi pemerintah Yaman serta Angkatan Bersenjata Saudi. Dalam beberapa hari terakhir, kedua kubu terlibat aksi saling serang tanpa henti.

Sebelum menggempur pusat pemerintahan, Houthi juga secara agresif menghantam berbagai infrastruktur vital Arab Saudi, termasuk fasilitas minyak dan bandara internasional. Serangan sadis ke area bandara pada pekan sebelumnya bahkan tercatat merenggut 13 nyawa dan melukai ratusan orang, mempertegas eskalasi perang regional yang kian tak terkendali. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version