DUNIA
Terkuak! AS Siapkan Emak dari Segala Bom untuk Hantam Iran
AKTUALITAS.ID – Rencana militer Amerika Serikat yang melibatkan penggunaan Massive Ordnance Air Blast Bomb (MOAB) atau yang populer dijuluki “emak dari segala bom” terhadap Iran mulai terungkap ke publik. Bom non-nuklir terbesar dalam arsenal militer Amerika itu disebut masuk dalam opsi yang disiapkan untuk menyerang sejumlah target strategis Iran, termasuk fasilitas energi dan situs yang diduga terkait program nuklir.
Informasi tersebut muncul di tengah meningkatnya spekulasi mengenai kemungkinan Presiden AS Donald Trump kembali mengaktifkan operasi militer terhadap Iran jika situasi dinilai mengancam kepentingan Washington.
Menurut sejumlah pejabat yang mengetahui pembahasan internal pemerintahan AS, berbagai skenario serangan sedang dipersiapkan oleh militer Amerika. Salah satu opsi yang disebut masuk dalam paket perencanaan adalah penggunaan MOAB terhadap target-target strategis Iran.
MOAB atau GBU-43/B dikenal sebagai bom konvensional paling besar yang pernah digunakan militer Amerika Serikat. Senjata ini dirancang menghasilkan gelombang ledakan sangat dahsyat dan mampu menghancurkan area luas dalam satu serangan.
Sumber yang memahami pembahasan tersebut menyebut Pentagon telah diminta menyusun sejumlah opsi tambahan terhadap target Iran. Dalam rencana itu, penggunaan MOAB disebut menjadi salah satu alternatif yang dipertimbangkan sebelum kemungkinan penyesuaian kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah.
Fokus perhatian tertuju pada beberapa fasilitas yang diyakini memiliki nilai strategis tinggi, termasuk lokasi yang dikenal dengan sebutan “Pickaxe Mountain”, yang selama ini kerap disebut dalam berbagai laporan sebagai lokasi penyimpanan komponen terkait program nuklir Iran.
Namun demikian, efektivitas penggunaan MOAB terhadap fasilitas bawah tanah masih menjadi perdebatan. Sejumlah pejabat dan analis militer mempertanyakan apakah bom tersebut mampu menembus lapisan batu granit yang diyakini melindungi sejumlah fasilitas sensitif Iran.
Meski memiliki daya ledak luar biasa dan mampu menghancurkan area yang sangat luas di permukaan, MOAB pada dasarnya dirancang sebagai senjata ledakan udara yang menciptakan gelombang kejut besar untuk menghancurkan sasaran di area terbuka, gua, atau terowongan yang tidak terlalu dalam.
Di dalam pemerintahan AS sendiri, muncul perbedaan pandangan mengenai arah strategi perang. Sebagian pihak menilai konflik sudah memberikan hasil yang cukup bagi Washington, sementara pihak lain menilai masih ada target yang belum tercapai.
Donald Trump sendiri disebut belum secara tegas menyatakan konflik telah berakhir. Dalam sejumlah pernyataan terakhirnya, ia bahkan mengisyaratkan bahwa Amerika masih memiliki urusan yang belum selesai dengan Iran.
Di sisi lain, Partai Republik juga dikabarkan mulai memperhitungkan dampak politik dari setiap keputusan militer menjelang agenda politik penting di Amerika Serikat. Karena itu, setiap opsi yang melibatkan eskalasi besar diyakini akan diperhitungkan secara sangat hati-hati.
MOAB sebelumnya pernah digunakan pada tahun 2017 ketika pemerintahan Trump mengizinkan militer AS menyerang jaringan terowongan ISIS di Afghanistan. Saat itu, bom tersebut menjadi sorotan dunia karena merupakan penggunaan tempur pertama dari senjata non-nuklir terbesar milik Amerika.
Kini, wacana penggunaan MOAB terhadap Iran kembali memicu perhatian internasional. Jika skenario tersebut benar-benar dijalankan, langkah itu berpotensi menjadi salah satu eskalasi militer paling signifikan dalam ketegangan antara Washington dan Teheran serta dapat meningkatkan risiko konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. (Mun)
-
Berita17/10/2026 08:19 WIBFadli Zon Resmikan Museum Keris Indonesia di TMII, Pamerkan 6.021 Koleksi
-
NUSANTARA17/10/2026 07:30 WIBAwas! 3 Hari ke Depan Sumut Masih Terkepung Asap Beracun
-
OASE17/10/2026 05:00 WIBKisah Nabi Yunus dan Ikan Besar dalam Surat Ash-Shaffat
-
JABODETABEK17/10/2026 05:30 WIBBMKG: 6 Wilayah Jakarta Cerah
-
NASIONAL17/10/2026 06:00 WIBBahlil Buka Suara Usai Dikabarkan Bakal Diganti Prabowo
-
OTOTEK17/10/2026 20:00 WIBGoogle Wanti-Wanti Peretas Bisa Kuasai Komputer dari Jarak Jauh
-
DUNIA17/10/2026 08:00 WIBMedia Asing Soroti IHSG Jatuh 469 Poin Usai Pengumuman MSCI
-
JABODETABEK17/10/2026 06:30 WIBJadwal SIM Keliling Jakarta Sabtu 17 Oktober 2026 di 5 Lokasi