DUNIA
Kalahkan Flavio Bolsonaro, Lula da Silva Menang Pilpres Brasil 2026
AKTUALITAS.ID – Presiden petahana Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, kembali mencetak sejarah politik di negara terbesar Amerika Latin setelah memenangkan pemilihan presiden putaran kedua yang berlangsung pada Minggu (25/10/2026) waktu setempat.
Politikus sayap kiri berusia 80 tahun itu berhasil mempertahankan kekuasaannya dengan meraih 51,7 persen suara, unggul tipis atas rivalnya Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, yang memperoleh 48,2 persen suara.
Kemenangan tersebut bukan sekadar memperpanjang kekuasaan Lula, tetapi juga mengukuhkan dirinya sebagai presiden pertama dalam sejarah Brasil yang terpilih untuk memimpin selama empat periode.
Rekam jejak politik Lula memang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan demokrasi modern Brasil. Ia sebelumnya menjabat sebagai presiden pada periode 2003-2006 dan 2007-2010, sebelum kembali memenangkan pemilu pada 2022 dan memimpin sejak Januari 2023.
Hasil pemilu kali ini memperlihatkan bahwa mayoritas warga Brasil masih memberikan kepercayaan kepada Lula di tengah berbagai tantangan ekonomi dan politik yang membayangi negaranya.
Sepanjang kampanye, isu biaya hidup yang terus meningkat, tingginya tingkat kejahatan, serta kekhawatiran terhadap korupsi menjadi perhatian utama publik. Situasi tersebut membuat persaingan antara Lula dan Flavio Bolsonaro berlangsung ketat hingga hari pemungutan suara.
Meski demikian, Lula berhasil meyakinkan pemilih melalui capaian pemerintahannya, terutama dalam upaya menekan angka kemiskinan dan kesenjangan sosial. Pemerintahannya juga kerap menonjolkan pencapaian berupa rendahnya tingkat pengangguran, penurunan angka buta huruf, dan pengendalian laju penggundulan hutan selama masa jabatan ketiganya.
Sejumlah lembaga survei menilai tingginya partisipasi pemilih menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan Lula meraih kemenangan tipis namun menentukan.
Namun tantangan besar sudah menanti pada periode pemerintahan berikutnya. Ekonomi Brasil diperkirakan hanya tumbuh sekitar 2,3 persen pada tahun depan. Selain itu, pemerintah juga harus menghadapi tekanan fiskal akibat tingginya suku bunga dan utang publik yang telah melampaui 82 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Tidak hanya persoalan ekonomi, isu korupsi dan kenaikan harga kebutuhan pokok diprediksi tetap menjadi ujian berat yang akan menentukan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Lula dalam beberapa tahun ke depan.
Di tingkat global, kemenangan Lula juga diyakini membawa dampak signifikan terhadap arah kebijakan luar negeri Brasil. Pemerintahannya selama ini dikenal mengedepankan kedaulatan nasional, mempererat hubungan dengan negara-negara Global South, serta meningkatkan kerja sama strategis dengan China di tengah dinamika hubungan dengan Amerika Serikat.
Sebagai salah satu kepala negara tertua di dunia, Lula akan berusia sekitar 85 tahun saat masa jabatannya berakhir pada 2030. Jika menyelesaikan masa tugasnya hingga akhir periode, ia akan memimpin Brasil selama total 16 tahun, sebuah catatan yang memperkuat posisinya sebagai salah satu tokoh politik paling berpengaruh dalam sejarah modern Brasil.
Kemenangan ini sekaligus membuka babak baru perjalanan politik Brasil. Di tengah polarisasi yang masih kuat, Lula kini menghadapi tantangan besar untuk menyatukan kembali masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, serta memenuhi ekspektasi jutaan pemilih yang kembali mengantarkannya ke puncak kekuasaan. (Mun)
-
POLITIK27/10/2026 06:00 WIBTiga Partai Non-Parlemen Cabut Uji Materi Ambang Batas DPR
-
NASIONAL27/10/2026 07:00 WIBYusril Sebut Definisi Korupsi Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Saat Ini
-
JABODETABEK27/10/2026 07:30 WIBSuporter Bola 16 Tahun Tewas Dibacok di Sukaraja Bogor
-
RIAU26/10/2026 18:30 WIBPolres Bengkalis Luncurkan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
-
JABODETABEK27/10/2026 06:30 WIBCatat! 5 Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini
-
NASIONAL26/10/2026 17:00 WIBGeger Foto Menkes Pakai Tabung Oksigen! Budi Gunadi Buka Suara: Saya Tidak Sesak
-
DUNIA27/10/2026 08:00 WIBTrump Serang Norwegia karena Tak Dapat Nobel Perdamaian
-
DUNIA26/10/2026 18:00 WIBPM Anwar Minta Warga Malaysia Tinggalkan Waze