Connect with us

DUNIA

Polisi Brasil Tangkap Pria yang Dikaitkan dengan 16 Kematian

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Pelarian panjang seorang pembunuh berantai paling dicari di timur laut Brasil akhirnya tamat lewat operasi dramatis. Tersangka yang dikaitkan dengan rentetan kematian misterius sejak Mei lalu ini ditangkap dalam kondisi di luar nalar: menyamar sebagai wanita mengenakan gaun, memakai wig hitam panjang, sambil menggendong seorang bayi.

Penangkapan ganjil ini terjadi pada Minggu (19/9/2026) setelah pasukan kepolisian menggelar perburuan maraton selama 30 jam di kawasan hutan negara bagian Paraiba.

Catatan kriminal pelaku sukses membuat publik merinding. Kepolisian sipil telah mengonfirmasi keterlibatan pelaku dalam 16 kasus pembunuhan di wilayah tersebut, di mana 11 di antaranya langsung diakui saat pemeriksaan.

Gilanya, tersangka dengan dingin sesumbar telah menghabisi 80 nyawa. Ia bahkan mengaku “karier” berdarahnya sudah dimulai sejak ia baru berusia 13 tahun.

Terkait penyamarannya saat ditangkap, kepolisian memastikan bahwa bayi yang digendong pelaku sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengannya. Pihak berwenang saat ini tengah menelusuri secara mendalam asal-usul serta kondisi bayi yang digunakan sebagai alat untuk meloloskan diri tersebut.

Tersangka ini sangat licin. Beberapa minggu sebelumnya, ia sempat lolos dari baku tembak dengan aparat yang melabelinya sebagai anggota kelompok kriminal beraliran ‘kekerasan ekstrem’. Saat itu, polisi hanya berhasil menyita rompi tahan peluru, popor senapan mesin ringan, dan lebih dari 100 butir amunisi miliknya.

Meski punya gudang senjata mini, pelaku membantah keras memiliki bekingan sindikat kejahatan terorganisir. Dalam rekaman interogasi, ia berdalih bertindak layaknya “hakim jalanan” seorang diri. Ia membenarkan aksi pembunuhannya dengan dalih seluruh korbannya adalah penjahat yang mengancam nyawa diri dan keluarganya.

“Saya tidak pernah bertindak melawan pria berkeluarga, seorang ibu, atau pekerja keras,” bantahnya keras, menolak mentah-mentah sebutan psikopat.

Hingga saat ini, identitas 16 korban yang tewas sejak bulan Mei masih dikunci rapat oleh kepolisian Brasil demi kelancaran investigasi lanjutan.(Mun)

TRENDING

Exit mobile version