EKBIS
Dolar AS Tembus Rp 16.700, Rupiah Dibuka Melemah 0,30% Pagi Ini 4 November 2025
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan hari ini, Selasa (4/11/2025). Tekanan terhadap mata uang Garuda masih berlanjut seiring penguatan dolar AS di pasar global.
Mengutip data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp16.700 per dolar AS, melemah sekitar 0,30% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp16.650 per dolar AS pada Senin (3/11/2025).
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB tercatat menguat 0,10% ke level 99,973, menandai penguatan beruntun selama empat hari terakhir. Kenaikan dolar ini terjadi seiring pergeseran ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).
Dolar AS saat ini bertahan di dekat level tertingginya dalam tiga bulan terakhir. Pernyataan sejumlah pejabat The Fed yang beragam membuat pelaku pasar berhati-hati dalam memperkirakan pemangkasan suku bunga berikutnya.
Meski The Fed telah memangkas suku bunga acuan pekan lalu, Ketua Jerome Powell menegaskan langkah tersebut bisa jadi merupakan pemangkasan terakhir tahun ini, mengingat ekonomi AS masih cukup kuat di tengah minimnya rilis data akibat shutdown pemerintahan.
Kondisi tersebut mendorong investor global kembali memburu aset dolar AS, dan meninggalkan instrumen non-dolar termasuk rupiah.
Dari dalam negeri, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui tekanan terhadap rupiah masih terasa hingga akhir kuartal III-2025 akibat ketidakpastian global yang meningkat.
“Akhir kuartal III-2025 sempat melemah 1,05% dari level Agustus, sejalan dengan ketidakpastian global yang meningkat tinggi,” ujar Perry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/11/2025).
Namun Perry optimistis bahwa fundamental ekonomi Indonesia yang solid dan berbagai langkah stabilisasi nilai tukar yang dilakukan BI akan menjadi penopang rupiah ke depan.
“Ke depan, tren rupiah masih berpotensi menguat seiring berlanjutnya aliran modal masuk dan stabilitas ekonomi domestik yang terjaga,” tambahnya. (Firmansyah/Mun)
-
POLITIK27/07/2026 09:00 WIB30 Tahun Kudatuli Luka Demokrasi Belum Sembuh
-
NASIONAL27/07/2026 09:15 WIBMendadak Mundur! Perry Warjiyo Tinggalkan Jabatan Gubernur BI
-
DUNIA26/07/2026 19:00 WIBHouthi Hujani Rudal ke Arab Saudi
-
POLITIK26/07/2026 18:00 WIBGerakan Rakyat akan Usung Anies Baswedan Jadi Capres
-
NASIONAL26/07/2026 20:00 WIBKPK Sita Uang Rp4 Miliar di Rumah Kadis PUPR Bengkulu
-
OASE27/07/2026 05:00 WIBMakna Api dalam Al-Qur’an Lebih Dalam dari yang Dibayangkan
-
NASIONAL27/07/2026 10:00 WIBKPK: Penyuap Bupati Rejang Lebong Diduga Juga Setor ke Pejabat Bengkulu
-
JABODETABEK27/07/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Suhu Jakarta Tembus 35 Derajat Hari Ini

















