Connect with us

EKBIS

Pecah! Harga Minyak Meledak 7% ke US$96,94/Barel

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Harga minyak dunia melonjak tajam pada awal pekan ini setelah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas di kawasan strategis Selat Hormuz. Insiden militer yang melibatkan kapal komersial memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Berdasarkan data perdagangan Senin (20/4/2026), harga minyak mentah Brent melonjak 7,26% ke level US$96,94 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) juga naik signifikan sebesar 7,24% ke posisi US$89,92 per barel.

Data lain menunjukkan, kontrak berjangka WTI untuk pengiriman Mei naik sekitar 7% ke level US$89,74 per barel. Sedangkan Brent untuk pengiriman Juni menguat hampir 5,8% ke US$95,59 per barel.

Lonjakan harga minyak dipicu meningkatnya eskalasi konflik antara AS dan Iran di Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak dunia.

Insiden terbaru terjadi setelah Angkatan Laut AS menembaki kapal kontainer Iran di Teluk Oman, yang kemudian diambil alih oleh Marinir AS. Presiden AS Donald Trump menyatakan kapal tersebut mencoba menembus blokade yang diberlakukan di wilayah Iran.

Sebelumnya, Iran juga dilaporkan menyerang kapal tanker di Selat Hormuz. Kapal perang Garda Revolusi menembaki kapal tersebut, bahkan sebuah kapal kontainer terkena proyektil yang belum teridentifikasi.

Rangkaian insiden tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya distribusi minyak global. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar sepertiga pasokan minyak dunia.

Jika konflik terus meningkat, bukan tidak mungkin terjadi gangguan besar pada rantai pasokan energi global yang berdampak langsung pada harga minyak.

Kenaikan harga minyak mencerminkan reaksi cepat pasar terhadap risiko geopolitik. Investor mulai mengantisipasi potensi krisis energi jika konflik berkembang menjadi perang terbuka.

Lonjakan ini juga berpotensi berdampak pada inflasi global, biaya energi, serta kebijakan ekonomi di berbagai negara.

Pergerakan harga minyak diperkirakan masih akan sangat volatil dalam beberapa hari ke depan, bergantung pada perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.

Selama ketegangan AS-Iran belum mereda, harga minyak berpotensi tetap tinggi bahkan menembus level psikologis US$100 per barel.

Lonjakan harga minyak dunia kali ini menjadi sinyal kuat betapa sensitifnya pasar energi terhadap konflik geopolitik. Selat Hormuz kembali menjadi titik krusial yang menentukan arah ekonomi global dalam waktu dekat. (Firmansyah/Mun)

TRENDING

Exit mobile version