Connect with us

EKBIS

Dolar Perkasa, Rupiah Tergelincir Pagi Ini

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada awal perdagangan Rabu (22/4/2026), seiring penguatan mata uang Negeri Paman Sam di pasar global.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, rupiah tercatat berada di level Rp17.155 per dolar AS, melemah 13 poin atau sekitar 0,08% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.143 per dolar AS.

Pergerakan ini menunjukkan tekanan terhadap mata uang Garuda setelah sebelumnya sempat menguat pada perdagangan Selasa. Data Bloomberg juga mencatat rupiah berada di kisaran Rp17.156 per dolar AS pada pagi hari.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di level Rp17.137 per dolar AS. Meski demikian, posisi tersebut masih lebih kuat dibandingkan pembukaan perdagangan sehari sebelumnya di Rp17.184 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan dolar AS yang didorong sentimen global, termasuk perkembangan geopolitik terkait perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Mengutip laporan pasar internasional, dolar AS cenderung stabil namun menguat di sesi Asia, di tengah sikap skeptis pelaku pasar terhadap pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu dengan Iran.

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang cenderung bervariasi. Peso Filipina mencatat pelemahan terdalam sebesar 0,27%, diikuti ringgit Malaysia yang turun 0,13% dan dolar Taiwan melemah 0,09%.

Dolar Hong Kong juga terkoreksi tipis 0,02%.

Sebaliknya, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah naik 0,25%. Disusul dolar Singapura yang menguat 0,09% dan yen Jepang naik 0,07%.

Yuan China tercatat menguat 0,02%, sementara baht Thailand naik tipis 0,006% terhadap dolar AS.

Pada perdagangan sebelumnya, Selasa (21/4/2026), rupiah berhasil ditutup menguat 26 poin ke level Rp17.142 per dolar AS, setelah sempat menguat hingga 35 poin intraday.

Namun, tekanan eksternal kembali membayangi pergerakan rupiah di awal perdagangan hari ini.

Pergerakan rupiah diperkirakan masih akan fluktuatif dalam jangka pendek, seiring dominasi sentimen global dan arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat. Pelaku pasar pun cenderung bersikap hati-hati menunggu kepastian kondisi geopolitik dan moneter global. (Firmansyah/Mun)

TRENDING

Exit mobile version