Connect with us

EKBIS

Mata Uang Garuda Balik Menyerang Dolar AS

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah berhasil bangkit pada pembukaan perdagangan Jumat (9/10/2026) setelah sempat tertekan pada sesi sebelumnya. Mata uang Garuda dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring sentimen positif yang juga terjadi di sejumlah mata uang kawasan Asia.

Pada awal perdagangan, rupiah tercatat menguat 19 poin atau sekitar 0,11 persen ke level Rp17.896 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.915 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.26 WIB, rupiah bahkan bergerak lebih kuat di level Rp17.890 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan penguatan 25 poin atau sekitar 0,14 persen dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

BACA JUGA  Rupiah Kembali Loyo di Bawah Bayang-bayang The Fed dan Geopolitik Timur Tengah

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di kisaran Rp17.885 per dolar AS, atau menguat tipis sekitar 0,03 persen dibandingkan posisi sebelumnya.

Penguatan rupiah hari ini berlangsung sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga mencatatkan apresiasi terhadap dolar AS.

Yuan China tercatat menguat 0,07 persen, peso Filipina naik 0,15 persen, ringgit Malaysia menguat 0,07 persen, dolar Singapura terapresiasi 0,11 persen, dan yen Jepang bertambah 0,01 persen.

Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang yang masih berada di zona merah setelah melemah 0,03 persen terhadap dolar AS. Adapun dolar Hong Kong bergerak relatif stabil.

BACA JUGA  Awal Pekan Kurang Greget: Rupiah Dibuka Melemah Tipis Terhadap Dolar AS

Tak hanya Asia, mata uang utama dunia juga kompak menunjukkan penguatan terhadap dolar AS. Euro naik 0,13 persen, poundsterling Inggris menguat 0,12 persen, dolar Australia melonjak 0,24 persen, dolar Kanada naik 0,11 persen, dan franc Swiss bertambah 0,18 persen.

Penguatan hari ini sekaligus menjadi pembalikan arah setelah rupiah pada perdagangan Kamis (8/10/2026) ditutup melemah sekitar 0,16 persen terhadap dolar AS.

Meski kenaikannya masih terbatas, rebound rupiah memberikan sinyal positif bagi pasar keuangan domestik. Pelaku pasar kini menantikan arah pergerakan berikutnya, terutama di tengah dinamika ekonomi global dan pergerakan dolar AS yang masih menjadi faktor utama penentu kurs berbagai mata uang dunia.

BACA JUGA  Mulai Hari Ini, BI Tarik Pecahan Uang Logam Rp500 dan Rp1000

Dengan posisi di kisaran Rp17.890 per dolar AS, rupiah untuk sementara berhasil memangkas tekanan yang sempat terjadi sehari sebelumnya dan kembali bergerak seiring penguatan mayoritas mata uang regional. (Firman/Mun)

TRENDING