Connect with us

JABODETABEK

Konflik Ahmad Bahar dan Hercules Memanas, Putri Bahar Mengaku Diintimidasi

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Perseteruan antara Ahmad Bahar dan Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal, kembali memanas setelah putri Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana, mengaku mengalami intimidasi saat dibawa ke markas organisasi di Jakarta Barat oleh sejumlah anggota GRIB Jaya.

Ilma mengklaim dirinya dipaksa ikut ke markas GRIB Jaya karena dituduh mengirim pesan ancaman melalui aplikasi WhatsApp kepada Hercules dan keluarganya. Dalam keterangannya, Ilma menyebut mengalami tekanan verbal, ancaman, hingga menyaksikan dugaan penggunaan senjata api oleh Hercules.

“‘Kamu lihat ini yah,’ sambil tunjuk-tunjuk, ‘saya pikir tidak akan sampai menembakkan’ begitu kan, ‘ini saya tembakan,’ dor-dor dua kali dia tembakan,” kata Ilma dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026)

Ia juga mengaku diminta menghubungi ayahnya dengan ancaman tidak diperbolehkan pulang apabila Ahmad Bahar tidak datang ke lokasi. Dugaan intimidasi tersebut kini menjadi perhatian kuasa hukum dari LBH Muhammadiyah yang mendampingi keluarga Ahmad Bahar.

Pihak kuasa hukum menyatakan berencana melaporkan dugaan intimidasi, penyanderaan, persekusi, penggunaan senjata api, hingga dugaan peretasan telepon seluler Ilma ke Polda Metro Jaya. Selain itu, aduan juga akan disampaikan ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan untuk meminta pendampingan serta perhatian atas dugaan pelanggaran hak yang dialami korban.

Di sisi lain, GRIB Jaya membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepada organisasi maupun Hercules. Organisasi tersebut menilai narasi yang berkembang sengaja dibangun keluarga Ahmad Bahar untuk menggiring opini publik dan memperoleh simpati.

Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marselinus Gual, mengatakan kedatangan anggota GRIB ke rumah Ahmad Bahar dilakukan secara terbuka dan disaksikan ketua lingkungan serta aparat kepolisian sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai penculikan atau tindakan premanisme.

Menurut GRIB Jaya, konflik bermula dari konten Ahmad Bahar yang dianggap menyerang privasi keluarga Hercules dan memicu trauma terhadap istrinya. Organisasi tersebut juga menyebut persoalan itu sebelumnya telah dimediasi di Polres Metro Depok dan Ahmad Bahar disebut telah menyampaikan permintaan maaf.

“Sangat disayangkan jika pasca-mediasi resmi, pihak keluarga Ahmad Bahar justru terus memproduksi narasi liar dan memutarbalikkan fakta lapangan demi mencari panggung simpati. Korban pertama dan utama dari lingkaran konflik ini adalah keluarga Pak Hercules,” kata Marselinus.

GRIB Jaya menyayangkan munculnya kembali tudingan baru setelah proses mediasi berlangsung. Sementara itu, pihak keluarga Ahmad Bahar melalui kuasa hukum menyatakan akan menempuh jalur hukum untuk menguji seluruh dugaan intimidasi yang dilaporkan. (Purnomo)

TRENDING

Exit mobile version