Connect with us

JABODETABEK

Warga Jakarta Bersatu Desak Pramono Gratiskan Masuk Pantai Ancol

Aktualitas.id -

Ilustrasi. Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Ratusan warga yang tergabung dalam Warga Jakarta Bersatu menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/10/2026). Mereka menuntut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera merealisasikan janji kampanye Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait penggratisan tiket masuk kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol dan Taman Margasatwa Ragunan.

Aksi tersebut menjadi bentuk kekecewaan warga yang menilai janji kampanye yang sempat disampaikan belum juga terealisasi. Massa meminta kepastian mengenai status, mekanisme, hingga jadwal pelaksanaan kebijakan yang dinilai dapat meringankan beban masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

Perwakilan Warga Jakarta Bersatu, Novi, menegaskan bahwa biaya masuk Ancol masih menjadi kendala bagi banyak warga yang ingin menikmati fasilitas rekreasi di ibu kota.

“Yang kita minta itu adalah janji kampanyenya Pak Gubernur untuk menggratiskan tiket masuk Ancol, terutama untuk masyarakat menengah ke bawah. Karena kita mau main pasir saja harus bayar mahal, menikmati angin pantai harus bayar mahal,” kata Novi saat berorasi.

Menurut Novi, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan perwakilan Pemprov DKI Jakarta dan pengelola Ancol guna menyampaikan tuntutan tersebut. Meski dialog berlangsung kondusif, belum ada keputusan konkret terkait realisasi penggratisan tiket.

Dari hasil pertemuan itu, Pemprov DKI disebut menjelaskan bahwa usulan tersebut masih terkendala regulasi, khususnya terkait Peraturan Daerah Nomor 18 yang mengatur kebijakan pengelolaan kawasan Ancol.

“Mereka akan berproses juga karena ada mentok di Perda. Kami disarankan untuk kembali bersurat dan mengajukan audiensi dengan Pak Gubernur serta pihak Ancol,” ujar Novi.

Massa menilai pembahasan tidak boleh berlarut-larut. Mereka mendesak Pemprov DKI memberikan kepastian yang jelas agar janji kampanye yang pernah disampaikan tidak berhenti sebagai slogan politik semata.

Dalam tuntutannya, Warga Jakarta Bersatu menyatakan bahwa yang mereka minta hanyalah penggratisan tiket masuk bagi pengunjung. Sementara biaya parkir dan kendaraan dinilai masih wajar untuk tetap dikenakan demi kepentingan pengelolaan dan keamanan.

“Tuntutannya sebenarnya kita cuma minta digratiskan saja untuk pengunjung. Kalau kendaraan ya bayar kayaknya masih wajar,” kata Novi.

Awalnya, tuntutan difokuskan bagi warga Jakarta, terutama masyarakat menengah ke bawah. Namun dalam proses pembahasan muncul usulan agar kebijakan tersebut berlaku lebih luas sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati akses wisata tanpa terbebani biaya tiket masuk.

Dalam aksinya, Warga Jakarta Bersatu menyampaikan lima tuntutan utama. Pertama, merealisasikan janji kampanye penggratisan tiket Ancol dan Ragunan. Kedua, memberikan penjelasan resmi terkait status dan jadwal pelaksanaan. Ketiga, menyusun langkah konkret yang terukur. Keempat, melibatkan masyarakat dalam pembahasan kebijakan. Kelima, menjamin transparansi dan kepastian waktu tindak lanjut.

Isu ini kembali mengingatkan publik pada pernyataan Pramono Anung saat masih berstatus calon gubernur. Kala itu, Pramono menyampaikan rencana memberikan akses kunjungan gratis ke sejumlah destinasi wisata Jakarta bagi penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP), termasuk Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), beberapa kali dalam setahun.

Kini, desakan masyarakat agar janji tersebut diwujudkan semakin menguat. Warga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mengambil keputusan yang jelas sehingga polemik mengenai tiket masuk destinasi wisata unggulan ibu kota dapat segera menemukan titik terang. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version