NASIONAL
TNI: Pam Swakarsa Saat Ini Fokus pada Partisipasi Masyarakat, Bukan Politik
AKTUALITAS.ID – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan pengaktifan kembali sistem pengamanan swakarsa atau Pam Swakarsa saat ini berbeda jauh dari citra negatifnya di masa lalu. Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen (Mar) Freddy Ardianzah, menyatakan bahwa Pam Swakarsa kini menjadi wujud partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, bukan sebagai alat politik atau kekuasaan.
Freddy menjelaskan, Pam Swakarsa yang kini diaktifkan kembali, termasuk melalui organisasi masyarakat seperti GM FKPPI, lebih mengedepankan semangat sukarela dan kolaborasi. “Dulu, Pam Swakarsa dikaitkan dengan politis. Sedangkan sekarang, … lebih pada semangat partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing,” kata Freddy, Rabu (3/9/2025).
Menurutnya, tujuan utama dari pelibatan masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keamanan wilayah secara humanis dan tepat sasaran. Partisipasi ini bisa datang dari individu maupun kelompok dalam bentuk ormas. TNI melihat keterlibatan warga sebagai hal yang sangat positif, selama semua kegiatan dilakukan secara tertib, terkoordinasi, dan tidak melanggar hukum.
Meski demikian, Freddy menekankan semua kegiatan Pam Swakarsa harus selalu berada di bawah koordinasi aparat, yaitu TNI dan Polri. “TNI mendorong agar setiap kegiatan pengamanan, tetap berkoordinasi dengan aparat, agar berjalan tertib, tidak melanggar hukum, dan tujuannya pun harus jelas yaitu untuk menciptakan keamanan dan kedamaian di lingkungannya masing-masing,” tutupnya. (Ari Wibowo/Mun)
-
POLITIK03/11/2026 11:00 WIBDemokrat Ultimatum Pemerintah Jangan Lelet Urus KPU
-
NASIONAL03/11/2026 10:00 WIBMenteri LH Bongkar Dalang Politik di Balik Kebakaran Hutan
-
EKBIS03/11/2026 10:30 WIBEfek Boikot Membara! Saham RANS Hancur Lebur Kian Jauh di Bawah IPO
-
DUNIA03/11/2026 18:00 WIBBayi 2 Bulan Tewas dalam Ledakan Bom Truk Kolombia
-
JABODETABEK03/11/2026 13:30 WIBPria Bawa Uang Palsu Rp20 Juta Diciduk Polisi
-
EKBIS03/11/2026 11:33 WIBRupiah Dipermainkan Dolar
-
DUNIA03/11/2026 12:00 WIBTujuh Syarat Iran Bisa Mengubah Peta Konflik Timur Tengah
-
POLITIK03/11/2026 16:00 WIBDoli: Putusan MA Tak Bisa Dianggap Persoalan Biasa