NASIONAL
Menkum Tegaskan KUHP dan KUHAP Tidak Membungkam Kebebasan Berpendapat
AKTUALITAS.ID – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tidak dimaksudkan untuk membatasi kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, maupun hak masyarakat untuk melakukan demonstrasi. Pernyataan itu disampaikan menanggapi kekhawatiran publik yang beredar di media sosial terkait muatan pasal-pasal baru dalam kedua undang-undang tersebut.
Supratman mengatakan seluruh ketentuan disusun melalui proses panjang, partisipatif, dan demokratis serta berlandaskan prinsip perlindungan hak asasi manusia. “Pemberlakuan KUHP dan KUHAP telah melalui proses pembahasan yang sangat intensif bersama DPR dan melibatkan partisipasi publik yang luas. Pemerintah memastikan bahwa kebebasan berpendapat, termasuk menyampaikan kritik dan aspirasi melalui unjuk rasa, tetap dijamin,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (5/1/2026).
Menkum menekankan perbedaan antara kritik dan penghinaan, serta menyatakan pasal penghinaan terhadap Presiden, Wakil Presiden, dan lembaga negara dirumuskan sebagai delik aduan yang sangat terbatas dan hanya dapat diajukan oleh pimpinan lembaga terkait. Menurutnya, ketentuan ini berlandaskan putusan Mahkamah Konstitusi dan tidak dimaksudkan untuk membungkam kritik publik.
Wakil Menteri Hukum Edward OS Hiariej menambahkan bahwa ketentuan mengenai demonstrasi dalam KUHP bersifat administratif untuk menjaga ketertiban umum dan melindungi hak masyarakat lain. “Kata kuncinya adalah memberitahukan, bukan meminta izin. Ketentuan ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk melarang atau menghambat demonstrasi,” kata Edward, menjelaskan bahwa pemberitahuan kepada kepolisian dimaksudkan agar aparat dapat mengatur lalu lintas dan menjaga ketertiban sehingga hak berdemonstrasi dapat berjalan seiring dengan hak pengguna jalan dan masyarakat lainnya. (Bowo/Mun)
-
RAGAM13/04/2026 13:30 WIBPenelitian Terbaru: Patahan Raksasa di Bawah Laut Sulawesi Sambungkan Sesar Benua
-
OTOTEK13/04/2026 16:30 WIB3.000 Flash Charge di Eropa Bakal Secepatnya Dipasang BYD
-
NASIONAL13/04/2026 06:00 WIBBGN Tutup Ratusan Dapur MBG karena Kualitas di Bawah Standar
-
NASIONAL13/04/2026 13:00 WIBBGN: EO Bantu Jalankan Program Gizi Nasional
-
POLITIK13/04/2026 10:00 WIBSurvei LSI: 94% Rakyat Tolak Pilkada Lewat DPRD
-
OASE13/04/2026 05:00 WIB5 Perkataan Umar yang Langsung Dijawab oleh Allah
-
PAPUA TENGAH13/04/2026 16:00 WIBBerulah Lagi! OPM Kodap III/Puncak Pimpinan Lekagak Talenggen Bakar Rumah Warga
-
POLITIK13/04/2026 11:00 WIBMantan Kepala PCO Sebut Pernyataan Saiful Mujani Dinilai Bahaya Demokrasi

















