Connect with us

NASIONAL

Eddy Soeparno: Krisis Iklim Setara Ancaman Global Besar

Aktualitas.id -

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengajak perguruan tinggi di Indonesia untuk berkolaborasi dalam mempercepat transisi energi nasional. Ajakan ini disampaikan dalam program MPR Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (29/4/2026).

Kunjungan ke UMS menjadi kampus ke-49 dalam rangkaian MPR Goes to Campus yang telah berlangsung selama hampir 15 bulan. Dalam kesempatan itu, Eddy Soeparno berbicara di hadapan rektor, jajaran akademisi, dan lebih dari 800 mahasiswa.

Ia menegaskan bahwa krisis iklim merupakan ancaman nyata yang tidak bisa dianggap remeh. Menurutnya, dampak krisis iklim bersifat disruptif dan setara dengan dampak pandemi, perkembangan teknologi kecerdasan buatan, hingga dinamika geopolitik global.

“Suhu global telah meningkat lebih dari 1,5 derajat Celsius dibandingkan era pra-industri. Dampaknya sudah kita rasakan langsung,” ujar Eddy dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).

Ia menyebut berbagai fenomena seperti suhu ekstrem, polusi udara, deforestasi, hingga bencana banjir dan longsor sebagai indikator nyata degradasi lingkungan di Indonesia.

Tak hanya itu, Eddy juga menyoroti persoalan sampah nasional yang mencapai sekitar 56 juta ton per tahun dan belum sepenuhnya tertangani secara optimal.

Menurutnya, kondisi tersebut telah memicu berbagai bencana lingkungan di sejumlah daerah. Untuk itu, ia mendorong implementasi kebijakan waste to energy sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 109 Tahun 2025 sebagai solusi untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi.

Dalam konteks energi, Eddy mengungkap adanya paradoks di Indonesia. Meski memiliki potensi energi terbarukan yang besar, pemanfaatannya masih belum optimal, bahkan masih bergantung pada impor energi untuk kebutuhan tertentu.

Ia pun mengajak kampus-kampus di Indonesia untuk berperan aktif melalui riset dan inovasi guna memaksimalkan potensi energi terbarukan.

“Saya mengajak kampus untuk berkolaborasi menghadirkan riset dan inovasi. Hasilnya akan kami dorong menjadi kebijakan yang memperkuat bauran energi terbarukan nasional,” jelasnya.

Eddy menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan solusi ilmiah yang dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik yang berdampak luas.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjadikan MPR sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan energi dan lingkungan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia akademik, percepatan transisi energi diharapkan dapat terwujud, sekaligus menjawab tantangan krisis iklim yang semakin mendesak di Indonesia dan dunia. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version