Connect with us

NASIONAL

Blackout Sumatera, Eddy Soeparno Tuntut Audit Total PLN

Aktualitas.id -

Wakil Ketua MPR RI Fraksi PAN, Eddy Soeparno, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sejumlah wilayah Sumatera dan berdampak pada lebih dari 13 juta pelanggan memicu sorotan keras dari Wakil Ketua MPR RI Fraksi PAN, Eddy Soeparno.

Eddy menilai insiden blackout berskala besar tersebut menjadi bukti adanya kerentanan serius dalam sistem kelistrikan nasional yang tidak bisa lagi dianggap sebagai gangguan biasa.

“Saya memahami PLN sedang bekerja keras melakukan pemulihan. Namun blackout berskala besar seperti ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa,” ujar Eddy dalam keterangannya, dikutip Senin (25/5/2026).

Menurutnya, penjelasan PLN terkait gangguan akibat cuaca buruk dan masalah pada transmisi 275 kV Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi harus menjadi alarm keras bagi ketahanan energi nasional.

Eddy menegaskan, di tengah ancaman perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, Indonesia membutuhkan sistem kelistrikan yang jauh lebih kuat dan tahan terhadap gangguan besar.

“Kita hidup di era perubahan iklim. Cuaca ekstrem akan semakin sering terjadi. Karena itu infrastruktur kelistrikan harus punya sistem cadangan dan mitigasi yang lebih kuat agar tidak mudah mengalami efek domino,” tegasnya.

Politikus PAN itu juga mendesak PLN melakukan audit menyeluruh terhadap jaringan transmisi, sistem proteksi, hingga skema mitigasi gangguan guna mencegah blackout serupa kembali terjadi.

Tak hanya aspek teknis, Eddy turut menyoroti dampak sosial dan ekonomi akibat blackout massal tersebut. Aktivitas masyarakat terganggu, layanan publik tersendat, jaringan komunikasi terguncang, hingga usaha kecil terdampak di berbagai wilayah Sumatera.

Ia meminta PLN lebih terbuka kepada publik mengenai penyebab utama blackout dan langkah konkret perbaikan sistem ke depan.

“Kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik harus dijaga. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat lemahnya antisipasi dan minimnya modernisasi jaringan listrik nasional,” katanya.

Eddy juga mendorong pemerintah bersama PLN mempercepat modernisasi jaringan listrik nasional berbasis smart grid serta memperkuat interkoneksi antarwilayah agar sistem kelistrikan Indonesia lebih tangguh menghadapi gangguan besar.

“Ketahanan energi bukan hanya soal pasokan listrik tersedia, tetapi juga soal keandalan sistem ketika menghadapi gangguan,” pungkasnya. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version