NASIONAL
Mensos: Karya Jurnalistik Jadi Inspirasi Pengembangan Sekolah Rakyat
AKTUALITAS.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan peran pers penting dalam mengawal perjalanan Sekolah Rakyat. Melalui karya tulis dan foto jurnalistik, wartawan tidak hanya mendokumentasikan pelaksanaan program, tetapi juga memberikan inspirasi bagi pemerintah untuk mengembangkan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Hal itu disampaikan Saifullah saat menghadiri Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi, Cikarang, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2026).
Saifullah mengatakan, Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat telah memasuki tahun kedua penyelenggaraan. Ia mengapresiasi partisipasi wartawan yang mengangkat berbagai cerita dan perkembangan Sekolah Rakyat melalui tulisan maupun foto.
Menurut dia, karya-karya yang masuk dalam perlombaan tersebut akan menjadi bahan inspirasi untuk pengembangan program pada masa mendatang.
“Kami berterima kasih sekali pada teman-teman wartawan yang telah turut serta, sekali lagi turut serta dalam lomba ini. Tentu karya-karyanya akan kami jadikan inspirasi,” kata Saifullah.
Ia menilai wartawan turut mengambil bagian dalam perjalanan Sekolah Rakyat sejak program tersebut dikembangkan. Dokumentasi jurnalistik dinilai dapat memperlihatkan perubahan yang dialami siswa, sekaligus menggambarkan persoalan yang masih perlu mendapat perhatian.
Saifullah menjelaskan, siswa Sekolah Rakyat umumnya berasal dari keluarga kurang mampu. Sebagian di antara mereka juga menghadapi persoalan sosial yang membutuhkan penanganan lebih dari sekadar pendidikan formal.
Menurut dia, ada siswa yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, hingga tidak memperoleh pengasuhan yang memadai. Kondisi tersebut memerlukan pendampingan dan pemulihan agar anak-anak dapat kembali membangun kepercayaan diri serta mengembangkan potensi mereka.
“Untuk itulah maka di dalam pengelolaan Sekolah Rakyat itu mengombinasikan berbagai pendekatan. Pendekatan edukasi, pendekatan rehabilitasi, dan pendekatan pemberdayaan,” ujarnya.
Ia mencontohkan perubahan perilaku siswa sejak pertama kali masuk Sekolah Rakyat. Sebagian siswa yang awalnya terlihat lesu dan kurang percaya diri kini mulai menunjukkan optimisme serta memiliki harapan lebih besar terhadap masa depan.
Selain pendampingan psikososial, sebagian siswa juga memerlukan perhatian terhadap kondisi kesehatan. Saifullah menyebut sejumlah anak saat masuk sekolah menghadapi persoalan kesehatan, termasuk gangguan gigi dan anemia.
Pemerintah, kata dia, berupaya memperbaiki kondisi tersebut melalui pendampingan dan pemenuhan gizi. Namun, ia mengakui pengembangan Sekolah Rakyat masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam pemenuhan tenaga pendidik, pendamping, dan fasilitas pembelajaran.
Saifullah menyebut pembangunan salah satu fasilitas Sekolah Rakyat telah mencapai 95 persen. Meski demikian, masih terdapat kebutuhan yang harus dilengkapi, antara lain perpustakaan, laboratorium, serta fasilitas pendukung lainnya.
“Kita terus memperbaiki diri, menambah yang kurang-kurang. Kita terus mencukupi wali asrama, wali asuh, kita mencukupi guru, kita juga berusaha terus mencukupi seluruh fasilitas yang ada,” katanya.
Dalam upaya membentuk kedisiplinan siswa, Kementerian Sosial juga melibatkan sekitar 1.500 kadet atau mahasiswa Universitas Pertahanan beserta pengasuhnya untuk mendampingi siswa di berbagai titik Sekolah Rakyat.
Pendampingan tersebut mencakup pembiasaan hidup tertib, perawatan barang pribadi, serta pengaturan kegiatan sehari-hari. Menurut Saifullah, proses adaptasi menjadi tantangan tersendiri karena siswa harus membangun kebiasaan baru di lingkungan pendidikan.
Ia juga menyampaikan bahwa lebih dari 400 siswa telah lulus pada jenjang SD dan SMP pada tahun ini. Sementara itu, 11 siswa lulusan jenjang SMA, sebagaimana disebutkan dalam keterangannya, sebagian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan sebagian lainnya memilih bekerja.
Dalam penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat berikutnya, Saifullah berencana menambah kategori lomba dan meningkatkan hadiah agar semakin banyak wartawan berpartisipasi.
Ia berharap ajang tersebut tidak berhenti sebagai perlombaan tahunan, tetapi menjadi ruang bagi pers untuk merekam perkembangan program sekaligus menyampaikan gambaran nyata mengenai pelaksanaan Sekolah Rakyat.
“Jika sampai hari ini kita telah mencapai satu kemajuan yang luar biasa dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, salah satu yang turut mengambil peran adalah para wartawan,” tegas Saifullah.
-
OTOTEK17/10/2026 20:00 WIBGoogle Wanti-Wanti Peretas Bisa Kuasai Komputer dari Jarak Jauh
-
Berita17/10/2026 08:19 WIBFadli Zon Resmikan Museum Keris Indonesia di TMII, Pamerkan 6.021 Koleksi
-
NUSANTARA17/10/2026 07:30 WIBAwas! 3 Hari ke Depan Sumut Masih Terkepung Asap Beracun
-
OASE17/10/2026 05:00 WIBKisah Nabi Yunus dan Ikan Besar dalam Surat Ash-Shaffat
-
JABODETABEK17/10/2026 05:30 WIBBMKG: 6 Wilayah Jakarta Cerah
-
DUNIA17/10/2026 21:00 WIBTerkuak! AS Siapkan Emak dari Segala Bom untuk Hantam Iran
-
NASIONAL17/10/2026 06:00 WIBBahlil Buka Suara Usai Dikabarkan Bakal Diganti Prabowo
-
DUNIA17/10/2026 08:00 WIBMedia Asing Soroti IHSG Jatuh 469 Poin Usai Pengumuman MSCI

















