NUSANTARA
14 Kecamatan di Maros Dilanda Banjir, BNPB: Waspada Bencana Susulan!
AKTUALITAS.ID – Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dilanda banjir besar akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (11/2/2025). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 14 kecamatan dan 66 desa terendam banjir, menyebabkan 2 orang tewas dan 1 orang hilang.
“Dampak dari banjir ini mencakup kerusakan pada 3.451 ha lahan persawahan, serta terendamnya beberapa jalan utama seperti Jalan Poros Makassar – Maros. Akibatnya, bencana ini menyebabkan 2 orang meninggal dunia dan satu orang masih dalam pencarian,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Sabtu (15/2/2025).
Banjir ini memaksa 185.279 jiwa mengungsi dan menyebabkan kerugian materiil yang signifikan, termasuk kerusakan jalan dan fasilitas umum. Meskipun banjir mulai surut, evakuasi masih terus berlangsung.
BNPB memperingatkan bahwa curah hujan tinggi masih diperkirakan hingga Kamis (20/2), yang berpotensi menyebabkan kerusakan lebih lanjut dan memperparah genangan air.
“Seiring dengan perkembangan bencana di berbagai daerah, BNPB mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Informasi terkini dan peringatan dini akan terus disampaikan melalui saluran resmi untuk memastikan keselamatan warga yang terdampak,” kata Abdul. (Mun/Ari Wibowo)
-
NASIONAL07/09/2026 11:00 WIBWaka MPR: Warga Harus Terlindungi dari Dampak Abu Krakatau
-
NUSANTARA07/09/2026 12:15 WIBPTPN IV Turun Tangan Perbaiki Jalan Aceh Timur
-
NUSANTARA07/09/2026 11:45 WIBGunung Anak Krakatau dan Ili Lewotolok Meletus Serentak Tadi Malam
-
DUNIA07/09/2026 12:00 WIBOposisi Tuntut Netanyahu Segera Dicopot dari Jabatan
-
NASIONAL07/09/2026 12:45 WIBLima Partai Kompak Lempar Wacana Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu
-
EKBIS07/09/2026 11:15 WIBHarga BBM Pertamina Hari Ini 7 September 2026
-
NASIONAL07/09/2026 13:00 WIB4 Bandara Masih Ditutup hingga 18.00 WIB Imbas Anak Krakatau
-
EKBIS07/09/2026 14:00 WIBNengah Soroti Nasib Karyawan saat BUMN Dikerucutkan Jadi 250