Connect with us

NUSANTARA

Kiai Diduga Cabul Tolak Minggat, Warga Mesuji Ngamuk Bakar Pesantren

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Suasana malam di Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Lampung, mendadak berubah mencekam. Amarah warga yang memuncak berujung aksi brutal pembakaran Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid pada Sabtu malam (9/5/2026).

Aksi anarkis tersebut diduga dipicu kemarahan warga terhadap pimpinan sekaligus pemilik pesantren yang terseret dugaan kasus pencabulan.

Api berkobar hebat sekitar pukul 23.00 WIB dan melahap bangunan utama pesantren. Rekaman video kebakaran yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kobaran api besar disertai teriakan warga yang memadati lokasi.

Kabidhumas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari mengungkapkan, sebelum pembakaran terjadi, warga sebenarnya telah memberi ultimatum kepada pimpinan ponpes untuk segera meninggalkan wilayah tersebut.

“Massa memberikan waktu bagi pemilik ponpes untuk pergi. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, yang bersangkutan terpantau masih bertahan di sana. Hal inilah yang menyulut kemarahan warga hingga terjadi perusakan dan pembakaran,” ujar Yuni, Minggu (10/5/2026).

Menurut polisi, situasi sempat sulit dikendalikan lantaran banyaknya massa yang berkumpul di sekitar lokasi pesantren.

Kasatreskrim Polres Mesuji AKP M. Prenata Al Ghazali membenarkan insiden pembakaran tersebut dan memastikan aparat langsung turun tangan untuk mengamankan situasi.

“Kasusnya masih kami dalami. Saat ini satu orang sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Prenata.

Polisi kini terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya provokator maupun aktor intelektual di balik aksi massa tersebut.

Di sisi lain, aparat juga memastikan proses hukum terkait dugaan kasus pencabulan yang menjadi pemicu kemarahan warga tetap berjalan.

Polda Lampung mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri yang justru dapat memicu persoalan hukum baru.

“Kami mengimbau masyarakat menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum,” tegas Yuni.

Insiden ini menjadi sorotan karena tidak hanya memicu kerusakan fasilitas pendidikan, tetapi juga memperlihatkan tingginya emosi masyarakat terhadap dugaan tindak asusila yang melibatkan tokoh lingkungan setempat. (Irawan/Mun)

TRENDING

Exit mobile version