NUSANTARA
Selat Hormuz Disebut Lebih Berharga dari Bom Atom
AKTUALITAS.ID – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah seorang tokoh penting Iran melontarkan pernyataan kontroversial yang mengguncang dunia internasional. Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Mohammad Mokhber, menyebut Selat Hormuz memiliki nilai strategis setara bom atom.
Pernyataan keras itu langsung memicu kekhawatiran global karena Selat Hormuz selama ini menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia dan urat nadi ekonomi internasional.
“Selat Hormuz memiliki peluang yang sama berharganya dengan bom atom,” ujar Mokhber dalam video yang disiarkan kantor berita Iran, Mehr, seperti dikutip AFP.
Mokhber menilai Iran selama ini terlalu lama mengabaikan posisi strategisnya di kawasan tersebut. Padahal, menurut dia, Teheran memiliki kekuatan besar untuk memengaruhi ekonomi dunia hanya lewat satu keputusan terkait Selat Hormuz.
Ia bahkan menegaskan Iran tidak akan melepaskan kendali atas jalur laut paling sensitif di dunia itu.
“Iran akan mengubah rezim Selat Hormuz melalui hukum internasional jika memungkinkan,” katanya.
Meski tidak menjelaskan secara rinci, pernyataan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa Iran serius mempertimbangkan penerapan biaya tol bagi kapal-kapal asing yang melintas di Selat Hormuz.
Laporan jurnal pelayaran Lloyd’s List bahkan menyebut Iran telah membentuk otoritas khusus untuk mengatur pemungutan biaya di jalur strategis tersebut.
Sebelumnya, sejumlah pejabat Iran juga telah melontarkan wacana serupa yang langsung menuai penolakan keras dari Amerika Serikat dan komunitas internasional.
Washington menilai rencana pengenaan tarif di Selat Hormuz tidak bisa diterima karena berpotensi mengganggu stabilitas perdagangan global dan memicu lonjakan harga energi dunia.
Penolakan juga datang dari badan maritim Perserikatan Bangsa-Bangsa, International Maritime Organization (IMO), yang menilai jalur internasional itu tidak boleh dijadikan alat tekanan politik.
Selat Hormuz sendiri kini menjadi salah satu kartu tawar utama dalam negosiasi perang antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini masih berlangsung alot.
Di tengah situasi panas tersebut, Iran dilaporkan tengah mempertimbangkan proposal Amerika Serikat untuk memperpanjang gencatan senjata guna membuka ruang negosiasi penyelesaian konflik yang lebih permanen.
Namun, pernyataan terbaru dari tokoh elite Iran itu justru mempertegas bahwa Teheran belum menunjukkan tanda-tanda melunak dalam perebutan pengaruh strategis di kawasan Teluk. (Mun)
-
NASIONAL10/08/2026 11:00 WIBSertifikat Pramuka Garuda Tak Bikin Lolos Polri Tanpa Tes
-
EKBIS10/08/2026 09:30 WIBIHSG Awal Pekan Dibuka Melesat ke Level 6.440,308 Saham Kompak Hijau
-
POLITIK10/08/2026 09:00 WIBPDIP: Gaji Kepala Daerah Belum Saatnya Naik
-
EKBIS10/08/2026 10:00 WIBRupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia
-
POLITIK10/08/2026 19:00 WIBPKS Buka Pintu Kabinet Non-Parpol, PDIP: Terserah Presiden
-
JABODETABEK10/08/2026 08:30 WIBJukir Liar ‘Bang Jago’ Pemeras Pemotor di Tambora Dicokok Polisi
-
POLITIK10/08/2026 10:00 WIBPKS: Reshuffle Wajib Rekrut Orang Baru
-
DUNIA10/08/2026 12:00 WIBStok Rudal AS Menipis, Pentagon Panik Kejar Produksi